KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Fenomena bolos sekolah masih menjadi masalah di SMPN 4 Kurun. Untuk menanggulangi hal tersebut, pihak sekolah memberikan sanksi disiplin kepada pelajar yang kedapatan bolos atau tidak mengikuti pelajaran tanpa izin, berupa tugas membawa paving.
Kepala SMPN 4 Kurun, Korpet, menjelaskan bahwa hukuman ini bertujuan sebagai pembinaan agar pelajar tidak mengulangi perilaku bolos sekolah.
"Pemberian sanksi ini sudah mendapat dukungan dari orang tua. Kami ingin memberikan efek jera dengan cara yang edukatif dan tanpa kekerasan," ujarnya, Sabtu (31/1).
Korpet menambahkan, sanksi berupa membawa paving dimaksudkan untuk mendorong kedisiplinan dan mengingatkan pelajar akan pentingnya mengikuti proses belajar.
"Pelajar yang bolos sekali, diwajibkan membawa lima paving. Sementara yang alpa tanpa izin satu kali, membawa dua paving. Ini adalah kebijakan baru yang kami terapkan," tegasnya.
Menurutnya, paving yang dibawa oleh pelajar tersebut sudah dipasang di halaman depan sekolah sebagai bagian dari program penghijauan dan pembenahan fasilitas sekolah.
"Saat ini sudah ada ratusan paving yang terpasang di halaman sekolah," tambah Korpet.
Korpet menekankan, tindakan bolos dan tidak mengikuti pelajaran dapat berdampak negatif terhadap kedisiplinan, prestasi, dan pembentukan karakter pelajar. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu mengambil langkah tegas agar pelajar menyadari kesalahan mereka.
Setiap pelaksanaan hukuman, lanjut Korpet, selalu diawasi langsung oleh guru untuk memastikan tidak ada unsur kekerasan.
"Kami menerapkan pendekatan yang tegas namun tetap humanis. Kami berharap para pelajar dapat memperbaiki sikap, meningkatkan kedisiplinan, dan menjadi teladan bagi teman-temannya," ujarnya.
Dia menegaskan, tujuan dari sanksi tersebut bukan untuk menghukum secara fisik, melainkan untuk membina karakter pelajar agar mereka lebih fokus pada kewajiban sebagai siswa. "Kami ingin agar pelajar jera dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno