KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menargetkan peningkatan pelayanan kepada pelanggan pada 2026. Upaya tersebut dilakukan agar perusahaan dapat mandiri dan tidak bergantung pada subsidi pemerintah.
Direktur Perumdam Maruang Duhung Gumas, Hendra Toendan, mengatakan peningkatan layanan dilakukan melalui penanganan cepat terhadap keluhan pelanggan serta menjaga kontinuitas dan kualitas air bersih yang didistribusikan.
“Peningkatan pelayanan kami lakukan dengan memberikan respons cepat terhadap keluhan pelanggan, serta menjaga kontinuitas dan kualitas air,” ujarnya, Selasa (20/1).
Selain itu, Perumdam juga berupaya menekan tingkat kebocoran air dengan mengganti pipa dan sistem distribusi yang sudah usang. Sosialisasi pembayaran rekening air secara digital juga terus digencarkan guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pelanggan.
Hendra mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak Perumdam apabila menemukan pipa air yang bocor. Menurut dia, kebocoran pipa masih menjadi perhatian serius, terutama di wilayah Kelurahan Kuala Kurun, Tewah, dan Tampang Tumbang Anjir.
“Kebocoran ini sangat merugikan karena air bersih terbuang percuma,” katanya.
Ia mengakui, hingga saat ini pendistribusian air bersih belum dapat dilakukan selama 24 jam. Hal itu disebabkan kapasitas produksi air yang belum sebanding dengan jumlah pelanggan, sehingga distribusi masih dilakukan secara bergiliran.
Meski demikian, Hendra berharap pelanggan tetap tertib membayar rekening air agar operasional Perumdam dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Wakil Bupati Gumas, Efrensia LP Umbing, menegaskan pentingnya pengelolaan air bersih oleh Perumdam Maruang Duhung karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kualitas air harus menjadi perhatian utama karena sangat menentukan kesehatan dan kenyamanan pelanggan,” tegasnya.
Menurut dia, air yang bersih, jernih, tidak berbau, dan bebas dari zat berbahaya dapat digunakan masyarakat secara aman untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air bersih berkaitan erat dengan kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penyediaan air bersih yang layak harus menjadi prioritas,” tandasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno