PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Pelabuhan Panglima Utar, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dinobatkan oleh PT. PELNI menjadi pelabuhan keberangkatan terpadat ketiga di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi laut yang andal, aman, dan terjangkau di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk kategori pelabuhan keberangkatan terpadat, posisi pertama ditempati Makassar dengan 382.982 penumpang, disusul Ambon sebanyak 290.242 penumpang, dan Kumai berada di posisi berikutnya.
Di bawah Kumai terdapat Surabaya dengan 226.257 penumpang serta Tanjung Priok sebanyak 207.631 penumpang.
Sementara itu, pada kategori Pelabuhan Kedatangan Terpadat, Makassar menempati posisi pertama dengan 285.457 penumpang, diikuti Ambon sebanyak 284.174 penumpang. Selanjutnya Surabaya mencatat 252.311 penumpang dan Tanjung Priok sebanyak 214.857 penumpang.
Untuk ruas pelayaran terpadat, Pelni mencatat rute Belawan–Batam sebanyak 131.369 penumpang, Batam–Belawan 124.143 penumpang, Makassar–Bau Bau 81.818 penumpang, Bau Bau–Makassar 71.192 penumpang, serta Batam–Tanjung Priok sebanyak 56.405 penumpang.
PT PELNI (Persero) mencatatkan total 5.154.080 penumpang telah dilayani di seluruh rute sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut setara dengan 101,15 persen dibandingkan realisasi tahun 2024.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayan, menyampaikan realisasi jumlah penumpang tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.095.483 penumpang. Capaian mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan angkutan laut PELNI.
Adapun rincian jumlah penumpang pada kapal penumpang tahun 2025 tercatat sebanyak 4.472.918 orang atau setara 109,10 persen dari target anggaran 4,1 juta penumpang. Sementara itu, kapal perintis melayani 681.162 penumpang atau setara 104,41 persen dari target 652.417 penumpang.
“Jumlah penumpang yang mencapai lebih dari 5,1 juta orang ini menunjukkan bahwa layanan PELNI masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas antarpulau,” tambahnya.
Peran PELNI dalam mendukung pemerataan akses transportasi nasional juga tercermin dari sebaran penumpang, di mana wilayah tengah mendominasi dengan 47,2 persen atau 2.109.876 penumpang, disusul wilayah timur sebesar 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang.
Adapun PELNI melalui Kantor Cabang Kumai mencatat realisasi jumlah keberangkatan sepanjang tahun 2025 sebanyak 57.116 Penumpang. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi sekitar 1,11 persen terhadap total realisasi penumpang PELNI secara nasional yang mencapai 5,15 juta penumpang.
Kepala Cabang PELNI Kumai, Suwadi menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan peran Pelabuhan Kumai sebagai salah satu simpul konektivitas penting di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi penumpang antar pulau.
“PELNI Cabang Kumai terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memastikan operasional berjalan dengan aman serta sesuai standar keselamatan pelayaran. Kami berharap kontribusi Cabang Kumai dapat terus meningkat seiring dengan bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut PELNI,” pungkasnya. (tyo/fm)
Editor : Farid Mahliyannor