KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gumas melaksanakan sosialisasi posyandu, dengan enam bidang standar pelayanan minimal (SPM) tingkat kabupaten tahun 2025. Keenam bidang SPM itu adalah kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, perumahan dan permukiman, serta ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
"Sosialisasi enam SPM ini adalah wujud komitmen meningkatkan pelayanan dasar secara menyeluruh. Tidak hanya sebatas kesehatan, tapi juga mencakup enam bidang layanan dasar lainnya," ucap Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gumas Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Senin (10/11).
Dia menyampaikan, sosialisasi posyandu dengan enam SPM akan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan kader mengenai konsep, tujuan, cakupan layanan posyandu enam SPM, melatih dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para kader posyandu, membangun kerja sama dan koordinasi yang lebih baik.
Selanjutnya, memastikan pelayanan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat di enam bidang SPM, yaitu kesehatan, sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, serta ketertiban dan keamanan.
"Dengan pelayanan lebih terpadu dan komprehensif, maka dapat tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari ibu, anak, hingga lansia," ujarnya.
Melalui enam SPM, maka posyandu dapat menjadi pusat pelayanan terintegrasi yang lebih kuat dan komprehensif. Untuk itu, seluruh ketua tim pembina posyandu, harus meningkatkan kolaborasi yang erat dengan lintas sektor terkait, sehingga pelaksanaan pelayanan sosial dasar pada posyandu terlaksana secara maksimal.
"Mari seluruh pihak manfaatkan posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu. Dengan sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat, maka akan dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, sejahtera, dan berdaya," terangnya.
Dia mengatakan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pengembangan kapasitas dari kader posyandu, melalui pelatihan rutin, pemberian penghargaan dan dukungan manajemen yang baik. Dengan demikian, diharapkan posyandu bisa jadi wadah pelayanan sosial dasar masyarakat maupun pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif dari masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan dalam upaya ini, sehingga posyandu terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Kelembagaan, Perkembangan dan Kerjasama Desa Dedi Koesnawan mengakui, sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan kader tentang fungsi posyandu yang diperluas menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam bidang SPM yaitu kesehatan, sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, serta ketertiban dan keamanan.
"Kam ingin posyandu terus menjadi lebih efektif dan terpadu dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk," katanya.
Dia menambahkan, peserta kegiatan sosialisasi posyandu enam SPM tingkat kabupaten terdiri dari ratusan orang. Rinciannya, tim pembina posyandu kabupaten 50 orang, ketua tim penggerak PKK kecamatan 12 orang, dan ketua tim penggerak PKK desa/kelurahan 127 orang. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno