Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lima Orangutan Kembali ke Alam, Sudah 549 Dilepasliarkan ke Habitatnya

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 23 Mei 2025 | 21:00 WIB
LEPAS LIAR : Lima ekor orangutan kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. YAYASAN BOS FOR RADAR SAMPI
LEPAS LIAR : Lima ekor orangutan kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. YAYASAN BOS FOR RADAR SAMPI

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Lima ekor orangutan kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kelimanya, jumbo – jantan, berusia 12 tahun, diselamatkan dari Desa Hanau pada usia 6 bulan dan sudah 12 tahun direhabilitasi. Rongda - betina, berusia 25 tahun, repatriasi dari Thailand pada usia 5 tahun dan menjalani 21 tahun rehabilitasi.

Lalu, Hanau - betina, berusia 18 tahun diselamatkan dari Kabupaten Seruyan pada usia 1 tahun dan 18 tahun direhabilitasi. Radmala - betina, berumur 11 tahun, diselamatkan dari Desa Pujon pada usia 2 tahun dan 9 tahun direhabilitasi.

Dan, Pirang - jantan, berusia 18 tahun, diselamatkan dari Desa Kereng Pangi pada usia 1 tahun dan selama 18 tahun direhabilitasi.

Pelepasliaran itu sebagai wujud menjaga kelestarian orangutan, sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah.

Pelepasliaran secara simbolis dilakukan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Yayasan BOS bersama Balai KSDA Kalimantan Tengah, Balai TNBBBR.

Ini merupakan bagian dari misi jangka panjang dalam memulihkan populasi orangutan liar dan menjaga keberlanjutan ekosistem hutan hujan tropis.

Total orangutan yang telah dilepasliarkan oleh Yayasan BOS sejak 2012 adalah 544 individu (sebelum pelepasliaran ini), dengan penambahan 5 individu, kini menjadi 549 orangutan, 409 individu di Kalimantan Tengah dan 140 individu di Kalimantan Timur. Sedangkan Total pelepasliaran orangutan oleh Yayasan BOS di Kalimantan Tengah, 16 kali di Hutan Lindung Bukit Batikap (195 individu) dan 29 kali di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (214 individu).

Diketahui sejak 2016, lebih dari 214 individu orangutan telah dilepasliarkan oleh Yayasan BOS di TNBBBR.Pelepasliaran ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan rehabilitasi, namun juga merupakan bentuk konkret perwujudan semangat nasionalisme ekologis, membangkitkan kesadaran bahwa pelestarian satwa dan hutan adalah bagian penting dari kebangkitan bangsa.

Semua kandidat telah menyelesaikan tahapan rehabilitasi di sekolah hutan dan tahap akhir di pulau pra-pelepasliaran, di mana mereka menunjukkan kemampuan untuk hidup mandiri.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Andi Muhammad Kadhafi menekankan, pelepasliaran orangutan ini bukan hanya tentang mengembalikan satwa ke habitat aslinya, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga warisan alam Kalimantan Tengah.

“Sejalan dengan tema HUT Kalteng tahun ini, ‘Kalimantan Tengah Masa Depan Indonesia,’ kita ingin menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar adalah bagian dari visi besar pembangunan berkelanjutan. Kami mendukung penuh upaya konservasi seperti ini dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam kita,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).

Semetara, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Persada Agussetia Sitepu menambahkan, pihaknya sebagai pengelola kawasan konservasi, dan berkomitmen penuh untuk menjaga keutuhan ekosistem hutan dan memastikan satwa liar seperti orangutan dapat hidup bebas di habitat alaminya.

Menurutnya, orangutan adalah spesies kunci yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Kalimantan. Kawasan konservasi seperti Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan salah satu benteng terakhir yang harus kita jaga secara kolaboratif.

“Pelepasliaran ini adalah bagian dari proses panjang pemulihan ekologis, sekaligus pengingat bahwa kawasan konservasi tidak hanya menjadi rumah bagi satwa liar, tetapi juga ruang belajar dan refleksi tentang pentingnya hidup berdampingan dengan alam. Ini adalah warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang.” tambahnya.

Kemudian, Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite menyampaikan konservasi orangutan bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies, tetapi menyangkut pemulihan ekosistem, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penciptaan harmoni antara manusia dan alam.

Katanya, di Yayasan BOS, menjalankan melalui kerja kolaboratif dengan para pemangku kepentingan, pemerintah, mitra konservasi, dunia usaha, dan masyarakat global.

Pelepasliaran kali ini adalah hasil nyata dari sinergi tersebut, yang tak hanya mengembalikan lima individu orangutan ke habitat alaminya, tetapi juga memperkuat semangat kolektif kita dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

“Konkretnya Ini adalah refleksi bahwa kebangkitan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kebangkitan ekologis, dan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada bagaimana kami merawat hutan dan semua kehidupan di dalamnya.” pungkas Sihite. (daq/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#Orangutan #pelepasliaran #satwa langka #taman nasional