Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ular Piton 4 Meter Takluk di Tangan Tim Penyelamat

Dodi Abdul Qadir • Rabu, 20 November 2024 | 05:30 WIB
PENANGANAN : Tim Damkar Kota Palangka Raya mengamankan ular piton di pemukiman warga Jalan Putri Junjung Buih. ISTIMEWA/RADAR PALANGKA
PENANGANAN : Tim Damkar Kota Palangka Raya mengamankan ular piton di pemukiman warga Jalan Putri Junjung Buih. ISTIMEWA/RADAR PALANGKA

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Warga jalan Putri Junjung Buih, Kota Palangka Raya dibuat gempar dengan kehadiran ular piton panjang 4 meter, Selasa (19/11/2024).

Sebelum kemunculan hewan melata berbahaya itu, berdasarkan informasi masyarakat tiga ekor kucing milik warga hilang.

Diduga  kalau dilihat dari bentuk perut ular piton besar ada kemungkinan ular itu  menelan 3 ekor kucing.

Koordinator Call Center 112 Palangka Raya Sucipto mengatakan, ular itu diketahui awal oleh tukang tebas rumput. melihat ular sedang bersembunyi di balik tumpukan sisa batu belah untuk membuat pondasi pagar.

Kemudian, langsung melapor ke Team Rescue Damkar. Usai itu dilakukan pencarian secara berhati hati dan teliti. Sampai terlihat warna belang ular piton bagian belakang di bawah akar rumput tebu hutan alias parupuk.

Menggunakan alat dan tangan, petugas langsung menangkap bagian kepala ular piton. Sempat melakukan perlawanan, namun kesiapan petugas dan pengalaman, hal itu tidak berarti sampai berhasil diamankan.

Sucipto mengungkapkan, sebelum temuan ular itu, berdasarkan keterangan sejumlah warga, ada beberapa kucing hilang misterius, sehingga diduga dimangsa oleh ular tersebut.

”Ada kucing hilang seketika sebanyak 3 ekor. Diduga ular piton ini menelan 3 ekor kucing karena perutnya masih sangat besar,” ungkap Sucipto.

Ia menambahkan, himbauan penting kepada masyarakat untuk tidak mencoba mengevakuasi ular yang ditemukan di rumah atau lingkungan sekitar tanpa keahlian yang memadai, sebab tanpa keahlian penanganan ular yang berisiko membahayakan keselamatan.

Sucipto menekankan mengatasi ular secara mandiri, tanpa memperhitungkan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mencoba menangani atau mengevakuasi ular sendiri, terutama jika tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang memadai. Ular bisa sangat berbahaya, apalagi jika jenisnya berbisa atau terpojok," imbau Sucipto.

Sucipto menjelaskan bahwa ular, terutama yang ditemukan di pemukiman padat penduduk, sering kali merasa terancam dan bisa menyerang jika merasa terganggu.

Oleh karena itu, untuk memastikan keamanan, masyarakat diminta untuk segera menghubungi petugas yang berkompeten, seperti petugas Damkar, yang memiliki pelatihan khusus dalam menangani reptil berbahaya tersebut.

"Jika menemukan ular, segera hubungi petugas Damkar atau pihak berwenang lainnya. Petugas kami dilatih untuk menangani situasi seperti ini dengan cara yang aman dan profesional," tandasnya. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#piton #ular 4 meter #teror hewan buas