NANGA BULIK, Radarsampit.jawapos.com – Di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kabupaten Lamandau, Bupati Rizky Aditya Putra menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan kepada umat Hindu.
Meski disampaikan beberapa hari setelah perayaan, pesan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga toleransi, kerukunan, dan kebersamaan antarumat beragama..
Hari Raya Galungan sendiri jatuh pada Buda Kliwon Dungulan atau Rabu, 17 Juni 2026, dan dirayakan umat Hindu di Kabupaten Lamandau dengan melaksanakan persembahyangan secara khidmat di Pura Jagatnatha Nanga Bulik. Ibadah diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah.
Baca Juga: Bupati Dukung Akreditasi RSUD Gusti Abdul Ghani Lamandau, Pers Diminta Awasi Pelayanan Kesehatan
Bupati Lamandau mengakui ucapan tersebut memang baru tersampaikan setelah hari perayaan. Namun demikian, ia menegaskan makna Galungan tetap relevan sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebaikan, persaudaraan, dan toleransi di tengah masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lamandau, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Lamandau. Semoga momentum ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Rizky, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Jumat Bersih Jadi Agenda Rutin Pemkab Lamandau
Menurut Rizky, keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Lamandau merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga bersama. Ia menekankan pentingnya merawat harmoni sosial agar daerah tetap aman, damai, dan kondusif.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Lamandau, Dewa Bagus Yudha Bayu Persada, mengajak umat Hindu untuk memaknai Galungan bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi sebagai pengingat untuk terus menanamkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Jalan Lingkar Sudah Beroperasi, Warga Tagih Ketegasan Larangan Truk Besar Masuk Kota Sampit
Ia berharap semangat Galungan dapat menjadi penguat bagi seluruh masyarakat untuk menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, sekaligus memperkokoh toleransi dan persatuan di Kabupaten Lamandau yang majemuk. (mex/fm)
Editor : Farid Mahliyannor