Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dinkes Lamandau Tingkatkan Kompetensi Pengelola Obat dan Mutu Pelayanan Farmasi

Ria Mekar Anggreany • Kamis, 30 April 2026 | 04:45 WIB
 Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau menggelar pertemuan peningkatan kompetensi petugas pengelola obat dan peningkatan mutu pelayanan farmasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Aula BKD Nanga Bulik, Jumat (24/04). (ria/radar sampit) 

 
Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau menggelar pertemuan peningkatan kompetensi petugas pengelola obat dan peningkatan mutu pelayanan farmasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Aula BKD Nanga Bulik, Jumat (24/04). (ria/radar sampit)  

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau menggelar pertemuan peningkatan kompetensi pengelola obat dan mutu pelayanan farmasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Jumat (24/4/2026), di Aula BKD Nanga Bulik. Kegiatan ini diikuti pimpinan dan staf puskesmas se-Kabupaten Lamandau serta perwakilan RSUD Gusti Abdul Gani.

Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, dr. Rosmawati, membuka kegiatan tersebut. Narasumber dr. Damar Pramusinta dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah memaparkan materi pengelolaan obat dan peningkatan mutu pelayanan farmasi di tingkat pelayanan dasar.

Rosmawati menegaskan, obat merupakan komponen vital dalam pelayanan kesehatan yang harus tersedia cukup, aman, dan bermutu. Karena itu, perencanaan kebutuhan obat perlu dilakukan secara cermat dan sistematis.

Ia menjelaskan, penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) harus akurat dan berbasis data, dengan mengacu pada pola penyakit di masing-masing wilayah kerja. Perencanaan yang tepat dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan.

Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sistem perencanaan dan pengelolaan obat guna mencegah kekosongan maupun kelebihan stok. Dinkes menargetkan pengelolaan obat yang terukur agar tidak terjadi stockout dan overstock di fasilitas kesehatan.

Peserta juga didorong aktif berdiskusi untuk menyampaikan kendala di lapangan agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran dan dapat segera diterapkan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap kapasitas dan profesionalisme pengelola obat di Kabupaten Lamandau meningkat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal, baik dari sisi kualitas, ketersediaan obat, maupun keberlanjutan layanan. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#dinkes #lamandau #FKTP