NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyatakan komitmennya untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, pekan lalu.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, para kepala daerah se-Kalimantan Tengah, unsur Forkopimda, serta OPD terkait. Pertemuan ini membahas lima poin strategis dalam upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah keberhasilan penanganan karhutla tahun 2025 yang dijadikan sebagai dasar untuk memperkuat pola penanganan di masa depan, khususnya menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2027.
Selain itu, pengendalian karhutla diharapkan menjadi program rutin dan terencana, bukan lagi sekadar respons terhadap keadaan darurat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menegaskan komitmen dukungan penuh kepada seluruh kabupaten dan kota selama tiga tahun terakhir, yang akan terus berlanjut ke depan.
Mulai tahun 2026, bupati, wali kota, dan sektor swasta diimbau untuk memperkuat komitmen pencegahan karhutla melalui pengalokasian anggaran rutin di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang memberdayakan masyarakat.
“Pemerintah daerah juga diminta untuk terus menegakkan Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan, serta Pergub Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pembukaan Lahan Non-Gambut bagi Masyarakat Hukum Adat. Karena sebagian besar lahan di wilayah kita adalah non-gambut, semoga regulasi ini menjadi solusi bagi masyarakat peladang tradisional dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Rizky.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menekan potensi terjadinya karhutla di Kalimantan Tengah. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno