NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Harga bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Lamandau mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir.
Penurunan ini terjadi setelah Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra melakukan intervensi langsung dengan memangkas rantai pasok dan menghadirkan pasar penyeimbang.
Sebelumnya, harga bawang di pasaran lokal sempat menyentuh angka Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Namun, melalui pasar penyeimbang yang digagas Pemkab Lamandau, harga bawang putih kini turun menjadi Rp 35.000–Rp 40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah menjadi Rp 45.000–Rp 50.000 per kilogram.
"Setelah kita menggelar pasar penyeimbang, harga mulai turun secara bertahap. Ini menunjukkan intervensi pasar yang kita lakukan berhasil," ujar Bupati Rizky Aditya Putra, Kamis (28/8).
Bupati Rizky bahkan turun langsung ke sentra produksi bawang di Pulau Jawa untuk membeli puluhan ton komoditas tersebut.
Bawang-bawang ini kemudian dijual melalui pasar penyeimbang dengan harga di bawah pasaran, yakni Rp 30.000 per kg untuk bawang putih dan Rp 40.000 per kg untuk bawang merah.
Ia menilai, salah satu penyebab tingginya harga di pasaran adalah perilaku sejumlah pemasok yang menjual dengan harga tinggi ke pedagang lokal. Akibatnya, pedagang terpaksa menaikkan harga jual kepada konsumen.
"Kenapa pasar kita sepi? Karena harga jual terlalu tinggi. Ini karena pedagang mendapatkan barang dengan harga yang juga tinggi dari supplier," jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui instansi terkait dan koperasi Merah Putih berencana menjadi penyedia langsung bahan pangan dengan harga terjangkau.
Hal ini diharapkan mengurangi ketergantungan pedagang terhadap pasokan dari luar daerah, seperti Pangkalan Bun.
Bupati juga mencanangkan kebijakan satu harga di seluruh wilayah Lamandau, termasuk di kecamatan pelosok seperti Bulik Timur, Belantikan Raya, dan Batang Kawa.
"Nantinya, akan ada daftar harga resmi yang diumumkan di pasar. Semua pedagang akan menjual dengan harga yang sama, tidak ada lagi perbedaan harga antar pedagang," tutup Rizky. (Mex/yit)
Editor : Heru Prayitno