NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lamandau menghadapi kendala kekurangan personel dalam proses pemilahan sampah di depo sampah Nanga Bulik.
Kondisi ini terungkap setelah Badan Pengendali Lingkungan Hidup (BPLH) Kalimantan Selatan dan Tengah menemukan minimnya kegiatan pemilahan sampah di lokasi tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLHK Lamandau Triadi mengatakan bahwa sampah rumah tangga yang diambil dari pinggir jalan seharusnya sudah dipilah terlebih dahulu di depo sebelum dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Pemilahan dilakukan dengan memisahkan sampah plastik, kertas, kardus, botol kaca, dan sampah yang tidak dapat didaur ulang.
"Selama ini, petugas pemilah hanya dua orang, sehingga tidak mampu melayani semua truk sampah yang masuk," ujar Triadi, Selasa (19/8).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, DLHK telah memberdayakan unit lain, seperti rumah kompos, bank sampah, dan pegawai DLHK, guna membantu proses pemilahan.
Setelah melakukan uji coba pemilahan secara manual selama dua jam, pihak DLHK menyadari bahwa dibutuhkan lebih banyak tenaga.
Sebagai tindak lanjut, sampah botol plastik akan dipres, sampah koran dan kertas dipisahkan, sementara sampah daun diolah menjadi pupuk kompos.
"Kami juga berencana mengoptimalkan dua mesin pencacah sampah yang baru diperbaiki, termasuk satu mesin besar yang diharapkan dapat meningkatkan produksi pupuk kompos," ujar Triadi.
Pupuk kompos hasil olahan nantinya akan dijual dalam expo mendatang. "Upaya pemilahan sampah ini sangat penting agar TPA kita tidak cepat penuh," tambah Triadi.
DLHK memprediksi TPA akan segera mencapai kapasitas maksimal jika sampah tidak dipilah dan diolah. Oleh karena itu, DLHK terus berupaya meningkatkan pemilahan sampah dengan memberdayakan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle), bank sampah induk, dan unit terkait lainnya.
Selain itu, pengadaan mesin baru untuk pemilahan sampah dan pembangunan shell sampah baru menjadi prioritas yang harus segera direalisasikan. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno