Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Penyandang Disabilitas Kembali ke Keluarga di Seruyan Setelah 7 Bulan Rehabilitasi

M. Rifani Dewantara • Kamis, 26 Februari 2026 | 12:33 WIB

 

Seorang penyandang disabilitas asal Seruyan kembali ke keluarga, difasilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Seruyan, Rabu (25/2).
Seorang penyandang disabilitas asal Seruyan kembali ke keluarga, difasilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Seruyan, Rabu (25/2).

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Setelah menjalani rehabilitasi sosial selama tujuh bulan di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, seorang Penyandang Disabilitas yang termasuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) asal Seruyan akhirnya kembali ke pangkuan keluarga. Reunifikasi difasilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Seruyan pada Rabu (25/2/2026).

Kepala Dinsos Seruyan Halidah menjelaskan, selama di sentra, klien mendapatkan berbagai layanan komprehensif, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga terapi psikososial dan mental spiritual, termasuk konseling, hipnoterapi, art therapy, fisioterapi, terapi wicara, serta layanan medis yang disesuaikan kebutuhan individu.

“Pendampingan dilakukan menyeluruh agar klien pulih tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan sosial. Pekerja sosial turut memberikan dukungan intensif selama proses rehabilitasi,” ujar Halidah. 

Selain terapi, klien juga dibekali keterampilan vokasional, seperti pelatihan handycraft dan membatik, untuk mendukung kemandirian ekonomi setelah kembali ke lingkungan keluarga. 

Sebagai tindak lanjut, Dinsos memberikan bantuan alat terapi berupa satu set sand bag kettler hand dengan lubang jempol dan satu set sand bag kettler, serta bantuan kewirausahaan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa perlengkapan dan bahan membatik.

Halidah berharap, dengan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, klien dapat melanjutkan proses pemulihan secara mandiri serta mengembangkan keterampilan yang diperoleh selama rehabilitasi.

“Reunifikasi bukan akhir dari proses, melainkan awal untuk kembali berdaya di tengah masyarakat,” tegasnya. (rdw/yit)

Editor : Heru Prayitno
#Penyandang Disabelitas #seruyan