SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Fender pengaman pilar Jembatan Cempaga yang rusak setelah disenggol tongkang pengangkut CPO hampir tiga bulan lalu, hingga kini belum diperbaiki. Warga khawatir kondisi tersebut mengancam keamanan jembatan yang menjadi salah satu akses penting masyarakat setempat.
Kejadian itu, lantaran sebuah tongkang kosong terbawa arus dan menyenggol pengaman pilar hingga patah. Saat ini jembatan tersebut sudah tidak memiliki tiang pengaman di bagian sisi timur.
Jembatan Cempaga menjadi akses masyarakat untuk mobilitas orang dan barang, termasuk menghubungkan wilayah Kecamatan Cempaga dengan Kecamatan Seranau hingga menuju Pulau Hanaut.
Yadi, salah warga setempat mengaku khawatir kerusakan fender yang dibiarkan terlalu lama membuat pilar utama jembatan semakin rentan apabila kembali terjadi benturan.
“Kalau tidak salah, hampir tiga bulan sudah tiang fender ini belum juga diperbaiki setelah disenggol tongkang CPO beberapa waktu lalu,” ujarnya, ditemui di Jembatan Cempaga.
Baca Juga: Jembatan Patah Kapten Mulyono Bakal Dibangun Permanen Tahun Depan
Saat ini, hanya satu tiang fender yang masih tersisa. Itu pun kondisinya sudah miring akibat benturan. Padahal, fender berfungsi sebagai pengaman untuk mengurangi risiko benturan langsung terhadap pilar utama jembatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, pihak yang menabrak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Pemerintah memperkirakan biaya perbaikannya mencapai sekitar Rp700 juta.
“Pihak tersebut bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan itu dan dalam waktu dekat akan segera diperbaiki,” katanya.
Namun, kata dia perbaikan ini tertunda lantaran pihak pengerja masih terkendala untuk memasang kembali tiang fender yang patah akibat senggolan tongkang, yang terbawa arus tersebut.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama