Enam Pengamen Diduga 'Dibuang' di Desa Tinduk, Mengaku Dibawa Petugas dari Sampit

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:40 WIB
Ilustrasi (AI)
Ilustrasi (AI)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Enam orang pengamen di Sampit menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan mereka berada di lokasi terpencil pada malam hari beredar di media sosial.

Keenamnya terlihat berjalan kaki dalam kondisi gelap dan kebingungan sebelum ditemukan warga.

Dalam video tersebut, enam pengamen itu tampak berada di kawasan yang minim penerangan. Mereka kemudian berbincang dengan seseorang yang diduga warga setempat.

"Aduh ini manusia bukan anak kucing. Malah diantar ke tempat gelap," ungkap Aldy, salah seorang warga kesal, Minggu (6/9/2026). 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan para pengamen, mereka sebelumnya diamankan petugas saat berada di wilayah Kota Sampit. Mereka mengaku sempat diberitahu akan diantarkan menuju kawasan Taman Kota.

Namun, pengakuan tersebut justru berujung pada cerita berbeda. Mereka menyebut dibawa menggunakan kendaraan hingga keluar wilayah kota dan kemudian diturunkan di kawasan Desa Tinduk, Kecamatan Baamang.

Kondisi malam yang gelap dan jalanan sepi membuat keenamnya kebingungan.

Mereka kemudian berjalan kaki menyusuri jalan sebelum akhirnya mendapat tumpangan dari warga untuk kembali menuju Sampit.

Kejadian tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai proses penertiban terhadap para pengamen tersebut.

Terutama terkait siapa yang membawa mereka, ke mana tujuan awal pengantaran, serta alasan mereka akhirnya berada di kawasan Desa Tinduk.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Satpol PP Kotim belum memberikan penjelasan maupun tanggapan resmi terkait kejadian tersebut.

Klarifikasi dari pihak terkait masih diperlukan untuk memastikan kronologi sebenarnya. Termasuk memastikan apakah keenam pengamen tersebut memang diamankan dalam kegiatan penertiban dan siapa petugas yang membawa mereka hingga ke lokasi tersebut.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
desa tinduk satpol pp kotim pengamen sampit