SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Meningkatnya aktivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak pada ketersediaan peralatan pendukung pemadaman api di pasaran.
Sejumlah alat pemadam seperti selang berbagai ukuran hingga mesin alkon kini mulai diburu warga. Mesin alkon berukuran 1 inci hingga 3 inci banyak dicari untuk menarik air dari sumber terdekat dan mendukung proses pemadaman di lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut membuat sejumlah toko mengalami kekosongan stok, terutama selang berukuran 1 inci dan 2 inci. Kalaupun tersedia, harganya mulai mengalami kenaikan.Untuk selang ukuran 2 inci, misalnya, harga sebelumnya sekitar Rp750 ribu per rol. Kini harganya mencapai sekitar Rp1 juta untuk panjang 100 meter.
"Kalau selang plastik kami habis karena seminggu terakhir ini banyak dicari warga. Kami sudah pesan dan kemungkinan Rabu barangnya datang," kata Uyin, salah seorang penjual selang dan perlengkapan pemadam di Kota Sampit.
Selain selang dan mesin alkon, permintaan terhadap tandon air juga meningkat. Bahkan, harga tandon kapasitas 1.200 liter mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, tandon tersebut dijual sekitar Rp1,85 juta. Kini harganya sudah berada di atas Rp2 juta. Persoalannya, stok di sejumlah toko juga mulai kosong."Iya, naik juga. Itupun stok hanya ada satu," kata salah seorang penjual di Jalan Pramuka Sampit.
Baca Juga: Keterbatasan Selang dan Air Menjadi Kendala Utama Penanganan Karhutla di Kotim
Menurut pedagang, meningkatnya permintaan tidak terlepas dari kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kotim. Selain masyarakat dan relawan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga membutuhkan peralatan tambahan untuk mendukung kegiatan pemadaman.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan peralatan pemadam di tingkat lapangan meningkat cukup tajam. Jika karhutla terus meluas, bukan tidak mungkin kebutuhan terhadap selang, mesin pompa, tandon, hingga perlengkapan pendukung lainnya semakin tinggi.
Di sisi lain, kenaikan harga dan keterbatasan stok dapat menjadi persoalan baru bagi masyarakat maupun relawan yang mengandalkan peralatan tersebut untuk melakukan pemadaman secara swadaya.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama