Belasan Parit Digali untuk Membantu Atasi Karhutla di Lingkar Utara Kota Sampit

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 21:52 WIB
Pengerahan alat berat dari Dinas SDABMBKPRKP Kotim untuk penggalian embung di Jalan Ir Soekarno, baru-baru tadi.(istimewa/SDABMBKPRKP Kotim)
Pengerahan alat berat dari Dinas SDABMBKPRKP Kotim untuk penggalian embung di Jalan Ir Soekarno, baru-baru tadi.(istimewa/SDABMBKPRKP Kotim)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menambah sumber air di beberapa titik rawan.

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP)  setempat, mengerahkan alat berat untuk menggali embung atau parit di 12 titik.

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, penggalian embung dilakukan untuk mendekatkan sumber air dengan lokasi yang rawan terjadi kebakaran.

Menurutnya, kebutuhan sumber air menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan lokasi pengerjaan. Keberadaan embung dan saluran air diharapkan dapat membantu petugas mendapatkan pasokan air untuk pemadaman maupun pembasahan lahan yang berpotensi kembali terbakar.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Seluas 3 Hektare Terjadi di Lingkar Kota Utara Sampit, Berpotensi Meluas

“Dengan sumber air yang lebih dekat, proses penanganan di lapangan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga merupakan bagian dari sinergi Pemkab Kotim dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain mendukung pemadaman, keberadaan sumber air di kawasan rawan diharapkan dapat mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Selain membantu proses pemadaman, keberadaan embung dan saluran air juga d diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan, serta masyarakat yang di sekitar kawasan rawan karhutla,” pungkas Mentana. (yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
SDABMBKPRKP parit alat berat karhutla embung