SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih membuka kemungkinan menambah personel apabila kondisi kebakaran meningkat.
Saat ini, kekuatan personel telah bertambah menjadi sekitar 150 orang setelah melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur TNI dan Polri.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan penambahan personel dilakukan untuk memperkuat pengendalian karhutla di lapangan.
Dari sekitar 150 personel tersebut, sebanyak 139 orang telah dioperasionalkan dan dibagi ke dalam 15 regu yang ditempatkan sesuai kebutuhan.
“Awalnya kami sekitar 100 orang lebih, kemudian ditambah 50 orang sehingga menjadi sekitar 150. Untuk operasional kurang lebih 139 orang yang kami bentuk menjadi 15 regu dan kami sebar sesuai kebutuhan,” ujar Rihel, Minggu (16/8).
Menurutnya, tambahan personel dari OPD saat ini melibatkan 22 perangkat daerah. Sejumlah OPD tidak lagi ditambahkan karena personelnya telah tergabung dalam tim penanganan karhutla, seperti Satpol PP, Damkarmat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Selain ASN dari OPD, kekuatan personel juga diperkuat unsur TNI dan Polri. Tambahan tersebut antara lain berasal dari Brimob, kompi, Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP), dan Kodim, masing-masing sekitar 10 personel. Sementara unsur kepolisian juga mendapat tambahan personel.
Rihel mengatakan BPBD Kotim juga menyiagakan sekitar 33 personel yang siap mendukung operasi penanganan karhutla.
Meski kekuatan personel telah bertambah, Satgas masih membuka peluang penambahan apabila kondisi di lapangan membutuhkan. Penambahan akan disesuaikan dengan perkembangan eskalasi kebakaran.
“Tidak menutup kemungkinan. Kami melihat eskalasinya. Pak Bupati juga sudah memerintahkan, kalau memang kurang segera dilaporkan untuk ditambah,” katanya.
Apabila kondisi semakin mendesak, Satgas juga dapat meminta dukungan perusahaan untuk menyiagakan unit dan personel di sekitar posko.
Dukungan tersebut dapat berupa kendaraan atau unit operasional yang ditempatkan di lokasi strategis agar mempercepat penanganan kebakaran.
Rihel mengatakan kebutuhan operasional seperti bahan bakar minyak (BBM) serta konsumsi personel yang diperbantukan akan ditanggung melalui posko. Sementara mekanisme honorarium personel perusahaan dapat disesuaikan dengan surat tugas dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang mendesak, kami bisa meminta bantuan perusahaan untuk menyiagakan unit di lokasi posko, mungkin empat atau lima unit. Untuk BBM, makan dan minumnya ditanggung posko,” jelasnya.
Ia menegaskan penambahan kekuatan personel akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi karhutla di Kotim. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan kebakaran dapat berjalan optimal sekaligus menjaga kesiapan personel di lapangan. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko