SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pertanian dan perkebunan, untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto, mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama,” ujarnya, Minggu (19/7).
Baca Juga: Hotspot Tembus 415 Titik, Kabut Asap Mulai Selimuti Sampit
Menurut Dadang, kebiasaan membuka lahan tanpa membakar perlu terus didorong karena terbukti lebih aman dan mampu mengurangi risiko kebakaran yang dapat merusak lingkungan serta mengganggu kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan, dampak karhutla tidak hanya merugikan dari sisi lingkungan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang ditimbulkan.
“Pembukaan lahan tanpa membakar harus menjadi budaya bersama. Dengan begitu, kita bisa mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan aktivitas sosial ekonomi,” katanya.
Dadang juga meminta perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kotim untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan. Menurutnya, perusahaan perlu memberikan edukasi kepada pekerja maupun masyarakat di sekitar area operasional agar tidak menggunakan api saat membuka atau membersihkan lahan.
“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perusahaan dan masyarakat juga harus terlibat aktif agar tidak terjadi kebakaran lahan,” imbuhnya.
Selain itu, Komisi III mendorong Pemerintah Kabupaten Kotim untuk tetap mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan karhutla meskipun saat ini menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Baca Juga: Kotim Bersolek Jelang HUT Kemerdekaan RI, Median Jalan dan Trotoar Dicat Ulang
“Kami berharap pemerintah daerah tetap semangat melakukan pencegahan dan penanganan karhutla. DPRD juga akan terus memperjuangkan agar dukungan operasional tetap terpenuhi,” tegasnya.
Dadang berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, perusahaan, aparat penegak hukum, serta masyarakat dapat menekan jumlah kejadian karhutla selama musim kemarau tahun ini.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, kami optimistis jumlah karhutla bisa ditekan sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko