SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, mengatakan cuaca panas, udara kering, dan meningkatnya debu dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Karena itu, penerapan PHBS menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan penyakit.
“Untuk mencegah diare dan ISPA, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Umar, Minggu (19/7).
Ia menjelaskan, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi air bersih serta makanan yang matang, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah atau di tempat berdebu, menjaga kebersihan lingkungan dan sirkulasi udara rumah, serta memenuhi kebutuhan gizi dan cairan tubuh dapat membantu menjaga kesehatan selama musim kemarau.
Baca Juga: Hotspot Tembus 415 Titik, Kabut Asap Mulai Selimuti Sampit
Menurut Umar, diare ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari disertai tinja cair. Kondisi tersebut dapat diikuti gejala lain seperti sakit perut, mual, muntah, hingga tubuh terasa lemas.
Sementara itu, ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang umumnya ditandai dengan pilek atau hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, demam ringan, hingga sesak napas pada kondisi yang lebih berat.
Umar juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi serius.
“Penderita diare harus segera mendapatkan penanganan jika diare berlangsung lebih dari dua hari, disertai darah pada tinja, muntah terus-menerus, atau muncul tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, buang air kecil berkurang, dan tubuh lemas,” jelasnya.
Ia menambahkan, penderita ISPA juga perlu segera memperoleh penanganan medis apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, batuk yang semakin parah, sesak napas, sulit makan atau minum, serta tubuh sangat lemas atau terus mengantuk.
Umar menegaskan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan kunci utama menghadapi musim kemarau agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit yang dipicu kondisi cuaca kering. (ktr-2/sla)
Editor : Slamet Harmoko