SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga tingkat desa.
Seluruh pemerintah desa diminta aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama memasuki musim kemarau.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim, Ninuk Muji Rahayu, mengatakan pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah masing-masing.
“Upaya pencegahan yang dilakukan desa antara lain mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, desa juga mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran,” katanya, Rabu (15/7).
Menurut Ninuk, keberadaan MPA sangat penting karena berperan dalam melakukan pemantauan dini, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membantu penanganan awal apabila ditemukan titik api.
Ia berharap seluruh pemerintah desa meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan instansi terkait agar upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif.
“Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” katanya.
Ninuk juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi ketentuan yang berlaku dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Menurutnya, tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat.
“Jangan melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak karhutla,” tegasnya.
Ia berharap keterlibatan aktif pemerintah desa bersama masyarakat mampu meminimalkan risiko terjadinya karhutla di Kabupaten Kotim selama musim kemarau tahun ini. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko