SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Ramadhana Rahman, menilai deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Menurutnya, upaya pencegahan harus lebih diutamakan dibandingkan penanganan saat kebakaran telah meluas.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramadhana usai pelaksanaan apel siaga dan gladi kesiapsiagaan bencana karhutla serta kekeringan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, dan masyarakat di Stadion 29 November Sampit, Rabu (15/7).
Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk menyamakan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini.
“Apel siaga dan gladi kesiapsiagaan ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana, khususnya pada musim kemarau,” ujarnya.
Ramadhana mengapresiasi sinergi yang telah dibangun berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Namun, ia mengingatkan kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Kami berharap kesiapsiagaan ini benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan, mulai dari deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran,” pintanya.
Menurutnya, pencegahan menjadi langkah paling efektif karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian.
“Yang paling penting adalah mencegah sebelum bencana terjadi, karena dampaknya sangat besar, baik terhadap kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Ramadhana juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.
“Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, mari kita menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika menemukan titik api,” ajaknya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko