SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat upaya peningkatan literasi digital masyarakat melalui kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) Cabang Sampit. Kolaborasi tersebut difokuskan pada edukasi pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Kepala Diskominfo Kotim Cok Orda Putra Legawa bersama Pimpinan Bank Kalteng Cabang Sampit Taufan Indrayana, baru-baru tadi.
Kepala Diskominfo Kotim Cok Orda Putra Legawa menyatakan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat agar tidak mudah menjadi korban berbagai bentuk kejahatan digital, khususnya di sektor keuangan.
"Masyarakat perlu terus diberikan informasi dan edukasi tentang keuangan agar lebih memahami sehingga lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait keuangan, serta tidak sampai menjadi korban tindak kejahatan di bidang keuangan," ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran program tidak hanya aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga pelaku UMKM , pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, edukasi pengunaan layanan perbankan digital seperti mobile bangking , internet banking, QRIS, hingga kampanye keamanan siber untuk mencegah penipuan daring, phishing dan kejahatan digital lainya.
Baca Juga: Konten Negatif di Medsos jadi Sorotan, Diskominfo Kotim Ajukan Pemblokiran
Selain kegiatan tatap muka, Diskominfo dan Bank Kalteng juga akan mengembangkan konten edukasi digital yang dapat diakses masyarakat melalui platform resmi pemerintah daerah. Khusus bagi pelaku UMKM , program ini turut mencakup pendampingan digitalisasi transaksi keuangan, agar usaha semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dipaparkan Cok Orda, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak karena Kotim masih menghadapi tingginya laporan kasus kejahatan digital.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selama Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 482 aduan online berasal dari Kotim, menjadikanya daerah dengan jumlah aduan tertinggi kedua di Kalimantan Tengah.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Kotim berharap edukasi literasi digital dapat menjangkau lebih banyak kalangan. "Nanti kita akan turun ke sekolah, kampus dan masyarakat dalam upaya memperkuat literasi digital sehingga masyarakat kita melek , aman dan nyaman di ruang digital," pungkas Cok Orda. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama