Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur Soroti Minimnya Infrastruktur di Wilayah Selatan

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 24 Juni 2026 | 08:38 WIB
Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur menghadiri kegiatan di aula kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan baru baru ini. (yuni/radar sampit)
Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur menghadiri kegiatan di aula kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan baru baru ini. (yuni/radar sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  Rudianur menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kotim yang dinilai masih minim. Ia mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan prioritas, meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim terbatas sekitar Rp1,9 triliun.

Rudianur menyampaikan, kondisi sejumlah infrastruktur di wilayah selatan masih memprihatinkan dan menghambat mobilitas masyarakat, terutama untuk kegiatan ekonomi dan pembangunan. Dua di antaranya adalah Jembatan Basirih dan Jembatan Sapihan yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan memadai meski telah lama digunakan.

“Jangankan skala besar, yang kecil saja saat ini belum ada di wilayah selatan. Ini menjadi perhatian serius kami di DPRD bagaimana mendorong pemerintah agar pekerjaan yang seyogianya dilaksanakan tahun ini bisa segera terealisasi,” ujar Rudianur.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan pemerintah daerah untuk tidak menjalankan pembangunan secara optimal, terutama setelah satu tahun masa kerja bupati dan wakil bupati berjalan.

“Ini kan sudah memasuki satu tahun berjalan masa tugas bupati dan wakil bupati. Maka dari itu kami mendorong pemerintah bisa memperhatikan ini, walaupun dengan kondisi APBD kita hanya Rp1,9 triliun, tetapi ini tidak menjadi alasan pemerintah,” tuturnya.

Menurut Rudianur, pemerintah daerah perlu menetapkan skala prioritas pembangunan, khususnya pada fasilitas yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Membangun itu perlu yang berskala prioritas, apalagi yang dibutuhkan masyarakat seperti jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan sekali,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kedua jembatan tersebut masih dapat dilalui kendaraan kecil, namun kondisinya sudah tua dan belum pernah mendapat perbaikan besar selama beberapa periode kepemimpinan bupati.

“Sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan sudah beberapa periode masa bupati belum terbangun,” tandasnya.

Rudianur turut meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), khususnya bidang Bina Marga, untuk segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna melihat kondisi infrastruktur di wilayah selatan Kotim. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#pembangunan #DPRD kotawaringin timur #wilayah selatan