
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah mempercepat perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditargetkan dapat mencapai 250 perusahaan, dengan seluruh karyawan perusahaan yang ditutup dipastikan akan dipertahankan.
Menurut keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (28/6), Presiden Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) pada hari ini mengonfirmasi kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengenai target akhir jumlah perusahaan BUMN.
"Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300," kata Presiden Prabowo, dilansir dari ANTARA.
Tak lama kemudian, Prabowo kembali bertanya kepada Dony Oskaria yang berada di lokasi acara.
"Bagaimana Pak Dony Oskaria? Ujungnya kita bisa berapa BUMN?" tanya Presiden.
Dony menjawab singkat bahwa target akhir jumlah perusahaan negara berada di kisaran 250 perusahaan."Ujungnya nanti sekitar 250, Pak," jawab Dony.
Jawaban tersebut langsung mendapat respons dari Presiden. Prabowo menilai perampingan diperlukan agar BUMN tidak lagi terbebani biaya operasional yang tinggi.
"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead," tuturnya.
Baca Juga: Prabowo Klaim Danantara Bisa Selamatkan Rp2.653 Triliun, Ekspor CPO dan Batu Bara Bakal Lewat BUMN
Menurut Prabowo, rasionalisasi harus segera diselesaikan agar perusahaan negara menjadi lebih efisien dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
Presiden menargetkan transformasi tersebut selesai dalam dua tahun sehingga seluruh BUMN memiliki tata kelola yang lebih baik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





