Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Ayam Anjlok, Pedagang Sebut Daya Beli Masyarakat Beralih pada Kebutuhan Sekolah di Tahun Ajaran Baru

Yuni Pratiwi Iskandar • Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:54 WIB

 

Salah satu lapak pedagang ayam potong di Sampit, Sabtu (20/6).(Yuni/radarsampit)
Salah satu lapak pedagang ayam potong di Sampit, Sabtu (20/6).(Yuni/radarsampit)

 SAMPIT - Harga ayam potong di sejumlah pasar di Sampit mengalami penurunan signifikan pasca Hari Raya Iduladha. Kondisi ini tersebut disebut-sebut dipengaruhi oleh menurunya permintaan masyarakat, sementara pasokan ayam dari peternak tetap melimpah.

Salah seorang pedagang ayam di Sampit Memel mengatakan saat ini harga ayam potong berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram untuk ayam kotor dan Rp29 ribu per kilogram untuk ayam bersih. Harga tersebut sudah mengalami kenalkan dibanding beberapa waktu lalu yang sempat berada di angka Rp25 ribu per kilogram untuk ayam kotor.

"Kalau seakrang ayam kotor Rp27 ribu per kilogram, ayam bersih Rp29 ribu. Sebelumnya sempat turun sampai Rp25 ribu per kilogram, ujar Memei, Sabtu (20/6).

Menurutnya, penurunan harga yang terjadi sejak setelah Iduladha dipicu berkurangnya daya beli masyarakat. Saat ini banyak keluarga lebih mempriontaskan pengeluaran untuk kebutuhan sekolah anak menjelang tahun ajaran baru. Selain itu, musim buah yang sedang berlangsung juga turut memengaruhi minat belanja masyarakat.

"Orang sekarang banyak fokus beli perlengkapan sekolah anak. Ditambah sekarang lagi musim buah, jadi pembelian ayam juga berkurang," katanya.

Di sisi lain, pasokan ayam dari peternakanterus bertambah. Hadi menjelaskan ayam yang sudah memasuki masa panen tidakbisa terlalu lama di ipelihara karena ukuran tubuhnya akan semakin besar dan kualitas dagingya menurun. Akibatnya, peternak tetap harus melakukan panen meskipun permintaan pasar sedang lesu.

"Kalau tidak dipanen, ayam makin besar dan tua. Akhirmnya petemak tetap panen, sehingga a stok di pasaran banyak," jelasnya.

Ayam yang dijual Memei sebagian besar didatangkan dari Banjarmasin. Kondisi sepinya pembeli juga terlihat dari volume penjualan frarian yanag menurun. Jika dalam kondisi normal dirinya mampu menjual sekitar 30 kilogram ayam per hari, saat ini penjualan hanya berkisar 20 kilogram per hari.

"Biasanya bisa habis 30 kilogram sehan, sekarang paling sekitar 20 kilogram saja," pungkasnya.

Melimpahnya pasokan membuat harga ayarı anjlok, meski demikian, menurutnya saat ini harga ayam msudah mulai menunjukan ada peningkatan dari sebelumnya, walaupun belum secara signifikan. (yn)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kebutuhan sekolah #sampit #ayam potong #tahun ajaran baru #harga ayam