SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memetakan kekuatan dan struktur perekonomian daerah melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pendataan tersebut diharapkan mampu menghadirkan gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, mengatakan Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tahun ini menjadi pelaksanaan sensus ekonomi kelima yang dilakukan BPS.
“Sensus Ekonomi bertujuan memotret seluruh aktivitas usaha yang ada sehingga kita bisa melihat struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta perkembangan perekonomian secara menyeluruh,” ujarnya, Selasa (9/6).
Menurut Eddy, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki keistimewaan dibanding periode sebelumnya.
Untuk pertama kalinya, seluruh sektor usaha akan didata, termasuk sektor pertanian yang sebelumnya tercakup dalam Sensus Pertanian.
Dengan cakupan yang lebih luas, hasil sensus diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar.
“Momentum ini sangat baik karena seluruh sektor ekonomi bisa terpotret dalam waktu yang sama. Dengan begitu, data yang dihasilkan akan lebih komprehensif dan mutakhir,” katanya.
Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026. Sementara untuk perusahaan menengah dan besar, proses pendataan telah dimulai sejak 1 Mei 2026.
Eddy menjelaskan, perusahaan besar menjadi salah satu fokus utama karena memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Di Kotim, sektor industri pengolahan dan pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan ekonomi daerah, disusul sektor perdagangan.
“Kami ingin melihat secara utuh bagaimana struktur usaha di Kotim, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar. Semua memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.
Menurutnya, data yang diperoleh dari sensus akan menjadi dasar penting dalam penghitungan berbagai indikator ekonomi, termasuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta menjadi rujukan bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan dan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, hasil sensus juga akan memberikan gambaran mengenai perkembangan usaha, potensi sektor unggulan, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha di berbagai sektor.
Eddy berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dan memberikan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ia menegaskan bahwa kualitas hasil sensus sangat bergantung pada keterbukaan dan keakuratan informasi yang diberikan responden.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Karena itu kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap,” tutupnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko