radarsampit.jawapos.com-Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah hingga Sabtu (30/5) petang.
Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca Kalimantan Tengah yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 16.07 WIB, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi mulai pukul 16.15 WIB di Kecamatan Telawang. Selain itu, cuaca serupa juga terpantau berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Katingan dan Seruyan.
BMKG memperkirakan kondisi tersebut dapat mleuas ke sejumlah kecamatan di Kotim, antara lain Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Seranau, Cempaga Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, serta wilayah sekitarya.
Kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB.
Sementara itu, berdasarkan informasi prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kotim, periode 30 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 31 Mei 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan oada kategori sedang. Kondisi ini mengindikasikan peluang terjadinya hujan di sejumlah wilayah msaih cukup terbuka dalam 24 jam ke depan.
Baca Juga: Kalteng Siaga! BMKG Warning Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang Tiga Hari Berturut-turut
Cuaca yang tidak menentu juga berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna transportasi sungai dan jalan raya. Hujan yang di isertai angin kencang dapat mengurangi jarak pandang serta meningkatkan risiko pohon tumbang maupun genangan air di sejumlah titik.
Warga diimbau untuk terus memantau perkembqngan informasi cuaca dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan kondisi atmosfer secara cepat , terutama saat memasuki sore hingga malam hari yang umumnya menjadi periode pembentukan awan hujan lebih intens di wilayah Kotim. (yn)
Editor : Agus Jaka Purnama