SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memperkuat sarana pengairan untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang tahun ini.
Kepala DPKP Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada pemerintah pusat, seperti irigasi pompa, irigasi pipa, hingga pompa air.
“Bulan lalu saya mendampingi Ibu Wakil Bupati menghadiri pertemuan di Kementerian Pertanian. Daerah diminta mengajukan bantuan irigasi pompa, irigasi pipa, dan pompa air,” ucapnya, Selasa (26/5).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekurangan air di lahan pertanian saat musim kemarau mencapai puncaknya.
Ia menjelaskan, penguatan sarana pengairan akan difokuskan pada penggunaan jaringan pipa, pompa air, hingga sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air pertanian.
“Jadi nanti kita bermain di sarana dan prasarana, seperti pipa dan air dalam melalui sumur bor untuk mengantisipasi kekurangan air,” jelasnya.
Yephi menyebutkan, berdasarkan prediksi cuaca, puncak musim kemarau di wilayah Kotim diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.
Meski demikian, pihaknya berharap kondisi tersebut tidak terlalu berdampak terhadap produksi pertanian karena masa panen padi diperkirakan berlangsung sekitar Juli.
“Mudah-mudahan kalau prediksi cuaca sesuai dengan yang kita antisipasi, dampaknya tidak terlalu besar,” ujar Yephi.
Ia mengungkapkan, sebelumnya Kotim telah mendapatkan bantuan irigasi pompa dan irigasi pipa dari pemerintah pusat di beberapa titik.
Namun karena pemerintah daerah masih diberi kesempatan mengajukan tambahan bantuan, DPKP kembali mengusulkan penambahan titik bantuan beserta mesin pompa air.
“Kalau irigasi pompa sebelumnya kita dapat empat titik, irigasi pipa juga sekitar tiga atau empat titik. Kemarin kami tambah usulan lagi masing-masing sekitar lima titik,” terangnya.
Menurutnya, bantuan tersebut nantinya diprioritaskan untuk kawasan sentra persawahan, khususnya di wilayah Lempuyang yang menjadi salah satu daerah produksi padi terbesar di Kotim.
Melalui langkah antisipasi tersebut, pemerintah daerah berharap produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi potensi musim kemarau panjang. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko