SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) menggandeng duta pariwisata daerah dalam upaya memperkuat edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Kepala BNNK Kotim, Muhammad Fadli mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar penyampaian edukasi lebih mudah diterima pelajar maupun mahasiswa.
“Kita sudah bekerja sama dengan Disbudpar karena mereka memiliki duta pariwisata yang bisa menjadi agen edukasi membantu BNNK dalam upaya pencegahan bahaya narkoba,” ujarnya, Selasa (12/5).
Menurut Fadli, selama ini pihaknya rutin melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi di Kotim. Namun pendekatan melalui sesama anak muda dinilai lebih efektif dibanding hanya dilakukan instansi pemerintah.
“Hampir semua sekolah sudah kami kunjungi. Kami juga melakukan edukasi ke perguruan tinggi seperti STIH dan dalam waktu dekat di Universitas Muhammadiyah Sampit,” katanya.
Ia mengakui masih banyak masyarakat yang menganggap BNN identik dengan penindakan dan proses hukum. Padahal saat ini pihaknya lebih menekankan pendekatan kemanusiaan dan pencegahan sejak dini.
“Pimpinan kami menekankan pendekatan kemanusiaan, yakni menggerakkan masyarakat dan anak muda agar mampu membentengi diri dari bahaya narkoba,” jelasnya.
Karena itu, para duta pariwisata diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BNNK dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba kepada generasi muda.
“Mereka diharapkan menjadi agen BNNK untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa,” ucapnya.
Fadli menambahkan, para duta pariwisata nantinya akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan penyuluhan di sekolah maupun kampus.
“Kalau ke sekolah-sekolah kami hanya memberikan edukasi dan penyuluhan terkait bahaya narkoba, bukan tes urine,” tegasnya.
Ia menyebut respons pelajar dan mahasiswa selama ini cukup positif. Dalam setiap penyuluhan, peserta diberikan pemahaman mengenai dampak narkoba, ancaman pidana, hingga cara menolak ajakan menggunakan barang haram tersebut.
“Kalau melalui adik-adik duta pariwisata ini, edukasinya lebih masuk dan lebih mudah diterima,” pungkasnya.
Editor : Slamet Harmoko