Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jangan Andalkan Fogging, Dinkes Kotim Ajak Warga Disiplin Terapkan 3M Plus

M. Akbar • Kamis, 30 April 2026 | 18:30 WIB
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Dinkes Kotim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menerapkan pola hidup bersih dan langkah pencegahan sederhana dari rumah.

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, menekankan bahwa DBD dapat dicegah mulai dari tindakan kecil sehari-hari. Masyarakat diminta tidak menunggu hingga ada anggota keluarga yang sakit, karena pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan.

"Apalagi cuaca panas yang diselingi dengan kondisi dingin atau lembap seperti pada musim pancaroba memang membuat nyamuk berkembang biak jauh lebih cepat. Tentu ini menjadi perhatian kita," ujarnya, Kamis (30/4).

Menurutnya, Dinkes Kotim terus mengkampanyekan konsep 3M Plus, yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat semua tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu, langkah “Plus” mencakup upaya mencegah gigitan nyamuk dan menghambat perkembangbiakannya.

Tak hanya itu, lanjut Umar, Dinkes Kotim juga merilis panduan “10 Do & Don’t” dalam penanggulangan DBD. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain rutin melakukan 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan pelindung diri seperti lotion anti nyamuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala.

Sebaliknya, masyarakat diingatkan untuk tidak bergantung pada fogging sebagai solusi utama. Fogging dinilai hanya membunuh nyamuk dewasa sementara jentik tetap berkembang. Selain itu, warga juga diminta tidak membiarkan air tergenang, tidak menunda pemeriksaan saat sakit, serta tidak menggunakan insektisida secara sembarangan.

Dinkes Kotim menegaskan bahwa DBD bukan hanya masalah nyamuk, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

“Jika angka kasus menurun, fokus tetap harus pada pencegahan sarang nyamuk, bukan hanya membasmi nyamuknya,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#3 M Plus #demam berdarah dengue (DBD) #dinkes kotim