SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk mengembangkan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di bidang kerohanian dan olahraga.
Permintaan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Wim RK Benung, saat membuka kegiatan siraman rohani bagi ASN beragama Kristen di lingkungan Pemkab Kotim, Kamis (23/4), di Ruang Rapat Anggrek Tewu Setda Kotim.
Dalam arahannya, Wim menegaskan bahwa pembinaan ASN tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi kerja, tetapi juga pembentukan karakter, mental, dan spiritual.
“Dalam kesempatan ini saya mengamanatkan kepada Dewan Pengurus Korpri Kotim dan BKPSDM untuk melaksanakan pengembangan dan pembinaan potensi pegawai ASN di bidang olahraga dan kerohanian,” ucap Wim.
Menurutnya, pembinaan rohani penting dilakukan agar ASN memiliki integritas, kejujuran, dan semangat pelayanan yang tinggi kepada masyarakat.
Ia juga mendorong pembentukan unit usaha koperasi Korpri dan usaha komersial lainnya yang dikelola secara profesional guna menunjang kesejahteraan anggota.
“Unit usaha ini nantinya harus dikelola secara profesional. Ke depan, dengan adanya unit usaha ini mampu menjadi penopang serta penunjang kesejahteraan anggota dan memberikan nilai tambah bagi keluarga besar Korpri,” tambahnya.
Selain itu, Wim mengingatkan bahwa setiap ASN memiliki amanah besar sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Mari kita jadikan pelayanan kita sebagai bentuk kasih yang nyata dalam setiap tugas yang kita jalani,” tegasnya.
Dalam kegiatan siraman rohani tersebut, Wim juga mengajak para ASN Kristen untuk terus menjaga kekompakan, kebersamaan, dan menjadikan nilai-nilai Kristiani sebagai pedoman dalam bekerja.
Ia berharap kegiatan itu tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan momentum introspeksi diri dan pembenahan sikap dalam menjalankan tugas.
“Semoga melalui kegiatan ini kita semua mendapatkan pencerahan dan inspirasi untuk menjadi ASN yang lebih baik, aktif, dan baik kepada rekan kerja maupun kepada masyarakat yang kita layani,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko