Pemkab Kotim Siapkan Langkah Atasi Kenaikan Harga Sembako

M. Akbar • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 09:55 WIB
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi bersama Forkompinda dan pihak terkait lainnya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar PPM dan Pasar Keramat Sampit, Jumat (10/4).  (Akbar/Radar Sampit)
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi bersama Forkompinda dan pihak terkait lainnya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar PPM dan Pasar Keramat Sampit, Jumat (10/4). (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang terjadi secara bersamaan di daerah tersebut.

Langkah cepat yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah menggelar pasar murah guna menjaga daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga.

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan secara bersamaan.

“Dari pantauan di dua lokasi, terlihat ada beberapa komoditas yang naik secara bersamaan. Ini tentu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan usai melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di dua lokasi yakni Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pasar Keramat Sampit, Jumat (10/4).

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan pemerintah daerah, harga daging sapi mengalami fluktuasi. Menjelang Lebaran, harga sempat mencapai Rp180.000 per kilogram, kemudian turun menjadi sekitar Rp160.000 per kilogram.

Komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah beras, khususnya jenis siam epang. Namun kenaikan tersebut dinilai masih relatif kecil, dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti cabai rawit dan bawang merah justru menunjukkan tren stabil bahkan menurun. Harga bawang merah di tingkat pengecer saat ini berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp48.000.

Rafiq menjelaskan, sebagai langkah jangka pendek, pemerintah daerah akan memperbanyak pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah.

“Langkah paling cepat yang kita lakukan adalah menggelar pasar murah. Ini penting untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah merumuskan langkah jangka panjang sebagai upaya menjaga stabilitas harga di pasaran. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam penyediaan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

“Kami berupaya mencari terobosan, salah satunya kemungkinan melibatkan BUMD untuk membuka usaha seperti minimarket atau penyedia bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran pelaku usaha yang mampu menawarkan harga lebih rendah diharapkan dapat memengaruhi harga pasar secara keseluruhan.

“Kalau ada yang menjual lebih murah, itu bisa memengaruhi harga di pasaran agar ikut turun,” tambahnya.

Rafiq menegaskan, berbagai langkah tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna menentukan kebijakan yang tepat dan efektif.

Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat menekan kenaikan harga bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di Kabupaten Kotim.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
harga pangan naik harga sembako naik sampit kotim kalteng