SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Cuaca yang berubah-ubah dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal awal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memasuki masa peralihan musim. Pada fase pancaroba ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan periode April hingga Mei umumnya merupakan masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
“Secara garis besar, kemungkinan besar kita sudah memasuki fase peralihan. Di periode ini perlu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya, Rabu (8/4).
Dia menjelaskan, pada masa pancaroba kondisi atmosfer cenderung tidak stabil. Hal ini memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang datang tiba-tiba hingga angin kencang.
“Dalam fase peralihan musim ini, kejadian ekstrem biasanya lebih sering terjadi. Itu yang perlu diwaspadai masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga. Terutama angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang hingga membahayakan keselamatan.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.
“Yang penting tetap waspada, karena di masa transisi ini cuaca bisa berubah dengan cepat dan sulit diprediksi,” tegasnya.
Sementara itu, untuk musim kemarau di Kotim diprakirakan mulai terjadi pada Juni mendatang. Durasi kemarau tahun ini juga diprediksi lebih panjang dari kondisi normal, yakni bisa mencapai sekitar 120 hari. (oes)
Editor : Slamet Harmoko