SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Lapas Kelas IIB Sampit menghadirkan kegiatan rekreasi musik sebagai ruang ‘healing’ bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan yang lebih humanis, dengan menekankan aspek pemulihan mental dan emosional.
Kegiatan setiap hari Rabu tersebut, dimanfaatkan warga binaan untuk mengekspresikan diri melalui musik. Suasana lapas pun tampak lebih hangat, ketika alunan lagu dan permainan alat musik mengisi area kegiatan di dalam Lapas.
Selain sebagai hiburan, program ini juga sebagai sarana terapi emosional. Warga binaan diberi kesempatan memainkan alat musik maupun bernyanyi bersama, sehingga tercipta interaksi yang positif dan mempererat kebersamaan.
Sejumlah warga binaan yang memiliki minat di bidang seni juga terlihat lebih percaya diri setelah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menyalurkan bakat, tetapi juga membangun semangat untuk terus berbenah diri.
Baca Juga: Tujuh Napi Lapas Sampit Bebas saat Lebaran. Total 509 Narapidana Dapat Remisi
Kepala Lapas Sampit Muhammad Yani menyampaikan, rekreasi musik merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan. Menurutnya, musik memiliki peran penting dalam membantu menjaga stabilitas emosi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat menjaga perilaku positif, saliang menghargai, serta memiliki motivasi untuk memperbaiki diri,” pungkasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Lapas Sampit berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga memyentuh aspek kemanusiaan, sehingga warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama