Jalan Kolam Tertutup Asap Karhutla, Pengendara Diminta Ekstra Waspada

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 17:26 WIB
Kondisi jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama tertutup asap tebal Karhutla, Sabtu 12 September 2026. (Warga/Radar Sampit)
Kondisi jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama tertutup asap tebal Karhutla, Sabtu 12 September 2026. (Warga/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pengguna jalan yang melintas di Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepulan asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menutup sebagian ruas jalan dan membuat jarak pandang pengendara menurun drastis, Sabtu (12/9).

Jalur lintas provinsi tersebut merupakan akses utama menuju Kecamatan Kotawaringin Lama dan sejumlah wilayah lainnya.

Namun, kondisi di lapangan cukup mengkhawatirkan. Asap mengepul dari lahan yang terbakar di sisi kanan dan kiri jalan, mengganggu pandangan sekaligus kenyamanan pengendara.

Kabut asap yang semakin pekat menjadi ancaman serius bagi keselamatan lalu lintas. Pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi berisiko mengalami kecelakaan karena sulit mengantisipasi kendaraan dari arah berlawanan.

Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai pengendara roda dua maupun kendaraan roda empat dan lebih. Imbauan juga berlaku bagi angkutan sawit, truk tangki, serta armada logistik yang melintas menuju Kabupaten Sukamara hingga wilayah Kalimantan Barat.

Risna, warga Kotawaringin Lama yang setiap hari menggunakan jalur tersebut, mengatakan ketebalan asap cukup mengganggu aktivitas berkendara. Selain pandangan terbatas, asap juga membuat mata perih dan dada terasa sesak.

"Asapnya menyengat sekali dan bikin mata perih. Kalau tidak pakai lampu tembus kabut atau pelan-pelan, sangat berbahaya karena kendaraan besar sering melintas tiba-tiba," ungkapnya.

Pengendara lainnya, Joni, mengaku memilih mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan yang tertutup asap. Lampu kendaraan dan lampu hazard dinyalakan untuk membantu memberikan tanda kepada pengguna jalan lain.

Menurutnya, kondisi tersebut mulai dirasakan dari sekitar kilometer 13 hingga kilometer 23, baik dari arah Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama maupun sebaliknya.

"Kendaraan semua berjalan pelan, selain khawatir kendaraan dari lawan arah, banyaknya armada pemadam dan rantis water canon yang melakukan penanganan karhutla di tepi jalan juga menjadi ancaman kalau tidak hati-hati," bebernya.

Karhutla di sisi kiri dan kanan Jalan Kolam, khususnya dari kilometer 14 hingga kilometer 22, masih berlangsung.

Kondisi vegetasi yang mengering ditambah dorongan angin kencang membuat api dan asap terus menyebar di sekitar jalur tersebut.

Pengendara diimbau tidak memaksakan diri melaju cepat ketika jarak pandang terbatas. Menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan menjadi langkah penting untuk menghindari kecelakaan di tengah kepungan asap. (tyo/sla)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla kobar Karhutla Kalteng kotawaringin lama Pangkalan Bun