Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antrean BBM Makin Parah, Pemkab Kotawaringin Barat Panggil Pertamina

Koko Sulistyo • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:45 WIB
Antrean kendaraan roda empat di SPBU Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Selasa 14 Juli 2026. (KOKO/RADAR SAMPIT) 
Antrean kendaraan roda empat di SPBU Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Selasa 14 Juli 2026. (KOKO/RADAR SAMPIT) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, semakin mengular. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat akan memanggil Pertamina untuk membahas penyebab dan mencari solusi atas persoalan distribusi BBM.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, mengatakan antrean panjang tidak hanya terjadi di daerahnya, tetapi juga dialami sejumlah wilayah lain. Karena itu, pemerintah daerah akan mengundang Pertamina sebagai pihak yang berwenang memberikan penjelasan terkait distribusi BBM.

"Kita akan panggil Pertamina karena yang lebih berkompeten memberikan penjelasan adalah mereka. Kita akan duduk satu meja untuk membahas dan mencari solusi bersama," tegas Nurhidayah, Selasa (14/7/2026).

Menurut Nurhidayah, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, di antaranya membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi ketertiban distribusi BBM di SPBU. Namun, apabila kuota BBM yang didistribusikan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, masih akan ada pengguna yang tidak memperoleh BBM bersubsidi.

"Untuk itu kami mohon maaf," ujarnya.

Sementara itu, antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Pangkalan Bun. Di SPBU Jalan Pangeran Diponegoro, antrean kendaraan roda empat mencapai Jalan Kawitan I di samping TPU Sekip. Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jalan Paku Negara.

Warga mengaku harus mengorbankan waktu untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar distribusi BBM kembali lancar.

Selain itu, masyarakat meminta adanya tindakan tegas terhadap para pengetab BBM yang setiap hari memenuhi SPBU. Mereka juga mengusulkan agar pengelola SPBU memisahkan jalur antrean antara pengetab dan masyarakat umum.

"Kami sangat memahami mereka para pelangsir juga mencari nafkah. Namun, tolong pisahkan jalur kami dengan mereka, jangan disatukan karena kami kehilangan banyak waktu hanya untuk mengantre. Atau berikan waktu khusus kepada mereka pada jam-jam tertentu," kata warga Pangkalan Bun, Rohmad.  (tyo/yit)

Editor : Heru Prayitno
antrean bbm pertamina kotawaringin barat