PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kawasan sekitar Pelabuhan Panglima Utar Kumai dinilai perlu ditata kembali agar lebih representatif sebagai wajah pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat. Penataan dinilai penting karena pelabuhan menjadi salah satu pintu masuk wisatawan, terutama yang berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Ketua DPRD Kotawaringin Barat Mulyadin mengatakan, penataan kawasan diperlukan untuk menciptakan aktivitas yang lebih tertib tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
"Nanti kita akan koordinasikan dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terbaik karena yang namanya UMKM juga perlu dan dibutuhkan," ujar Mulyadin.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas di kawasan pelabuhan umumnya terjadi saat kapal penumpang bersandar. Pada waktu tersebut, jalan yang relatif sempit dipadati kendaraan, sementara aktivitas pedagang kaki lima dan kendaraan yang parkir di sepanjang kawasan turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.
Mulyadin menegaskan, penataan kawasan tidak bertujuan menghilangkan mata pencaharian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebaliknya, penataan diharapkan mampu menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih nyaman, tertib, dan tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, DPRD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi seluruh kepentingan. Dengan penataan yang baik, kawasan Pelabuhan Panglima Utar Kumai diharapkan semakin representatif sebagai pintu gerbang pariwisata daerah sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno