Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tim Patroli Hutan Kemasyarakatan Meniti Fajar Intensifkan Patroli Cegah Penyetruman Ikan

Koko Sulistyo • Senin, 13 Juli 2026 | 18:47 WIB
Tim patroli HKM Meniti Fajar menyisir Sungai Sepingit, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (ist)
Tim patroli HKM Meniti Fajar menyisir Sungai Sepingit, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (ist)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Tim patroli Hutan Kemasyarakatan (HKM) Meniti Fajar mengintensifkan patroli di Sungai Sepingit dan Sungai Selangkun, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Langkah ini dilakukan untuk menekan praktik penyetruman ikan yang dinilai mengancam kelestarian ekosistem sungai.

Patroli melibatkan 10 personel dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Kegiatan tersebut difokuskan di dua anak Sungai Arut yang dikenal memiliki beragam jenis ikan endemik.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, Sarwani, mengatakan patroli rutin diharapkan mampu menekan aktivitas penyetruman ikan sehingga habitat ikan endemik dan satwa air lainnya tetap terjaga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari nelayan tradisional, aktivitas penyetruman ikan semakin sering terjadi. Mereka menduga pelakunya merupakan pemain lama yang sebagian di antaranya pernah tersandung kasus illegal fishing.

Sarwani menegaskan, penyetruman ikan merupakan metode penangkapan yang merusak lingkungan dan memiliki konsekuensi hukum bagi pelakunya.

"Patroli sungai sangat penting dilaksanakan, terlebih Sungai Selangkun dan Sungai Sepingit merupakan dua anak Sungai Arut yang kaya akan berbagai jenis ikan endemik," ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan alat setrum tidak hanya menangkap ikan dewasa, tetapi juga mematikan telur dan benih ikan. Jika praktik tersebut terus berlangsung, populasi ikan di kedua sungai akan semakin terancam.

Menurutnya, Sungai Sepingit dan Sungai Selangkun selama ini menjadi salah satu lokasi utama nelayan tradisional mencari ikan. Namun, saat patroli berlangsung, sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan menurun karena aksi penyetruman yang diduga dilakukan pada malam hari.

"Saat patroli tadi kami mendapati nelayan tradisional yang sedang mencari ikan. Menurut mereka, saat ini ikan sulit didapat akibat ulah para penyetrum yang beraksi pada malam hari," katanya.

Sarwani berharap patroli rutin dapat memulihkan populasi ikan dalam satu tahun ke depan sehingga hasil tangkapan nelayan kembali meningkat.

"Kalau sampai tertangkap, akan kami serahkan kepada kepolisian. Namun, sebelum itu kami lebih mengedepankan langkah persuasif dengan memberikan edukasi kepada pelaku illegal fishing," pungkasnya. (tyo/yit)

Editor : Heru Prayitno
#Meniti Fajar #patroli #penyetruman ikan #kotawaringin barat