PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Seorang pria berinisial I (32) babak belur dihakimi massa, usai aksinya mencuri tas pedagang kue cucur di Pasar Indra Sari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat diketahui petugas keamanan pasar, Rabu 29 April 2026 pukul 22.30 WIB.
Informasi dihimpun, pelaku beraksi ketika pedagang kue cucur sedang dalam keadaan tertidur lelap dan tidak menyadari bahwa tas miliknya telah diambil orang. Semula pencurian tersebut tidak diketahui oleh orang lain.
Pengungkapan pencurian tersebut berawal dari kecurigaan petugas keamanan pasar setempat yang sebelum kejadian melihat pelaku melewati pos pengamanan satpam dan bertingkah mencurigakan.
Petugas keamanan pasar kemudian melakukan pengecekan CCTV dan dalam rekaman tersebut terlihat pria tersebut berkeliling pasar dan berhenti di salah satu lapak pedagang kue cucur, kemudian ia mengambil tas pedagang kue itu.
Mendapati hal itu, petugas keamanan pasar kemudian melakukan penyisiran ke setiap sudut pasar Indra Sari untuk mencari keberadaan pria tersebut.
Saat menyisir di jalur blok D pasar yang berbatasan dengan Masjid Sirajul Mukhtadin, petugas keamanan menemukan pria tersebut diarah pintu keluar.
"Saat kami tanya dia tidak mengaku, tetapi kami sudah mengantongi bukti melalui rekaman CCTV, karena bersikeras tidak mengaku saya seret pelaku ke lapak pedagang kue cucur," kata petugas keamanan pasar Vika, Kamis 30 April 2026.
Pelaku tidak berkutik ketika digeledah mendapati tas milik pedagang kue cucur yang didalamnya ada uang sebesar Rp700 ribu. Sontak mendapati bukti tersebut, pedagang disebelahnya langsung berteriak hingga pedagang lainnya dan pengunjung pasar langsung berkumpul.
Lantaran massa sudah tidak terkendali, mereka kemudian membawa pelaku ke pos pengamanan pasar dan massa semakin banyak berkumpul mengelilingi pos pengamanan.
"Kami kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjemput pelaku dan di bawa ke kantor polisi," bebernya.
Namun, ketika akan dibawa ke mobil patroli polisi massa yang sudah semakin banyak kian beringas dan menghakimi pelaku, petugas keamanan dan kepolisian hingga kewalahan menyelamatkan pelaku dari amukan massa.
"Pelaku dan barang bukti sudah dibawa ke kantor polisi," pungkasnya. (tyo)
Editor : Slamet Harmoko