Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

SMP Masih Minim, Disdik Kotim Siapkan Pemetaan Sarana Pendidikan

M. Akbar • Jumat, 24 April 2026 | 14:40 WIB
Kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan di Sampit, Kabupaten Kotim.  (Akbar/Radar Sampit)
Kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan di Sampit, Kabupaten Kotim. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan pemetaan ulang sarana dan prasarana pendidikan menyusul masih terbatasnya jumlah sekolah menengah pertama (SMP) di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan secara umum jumlah sekolah dasar (SD) di Kotim masih mencukupi.

Namun, untuk jenjang SMP, sebarannya belum merata sehingga menjadi kendala bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan.

“Kalau SD masih tercukupi, hanya SMP yang masih ada kendala karena sebarannya tidak sebanyak SD,” ucapnya, Jumat (24/4).

Menurut Yolanda, wilayah perkotaan masih relatif aman dari sisi ketersediaan sekolah dasar. Sementara untuk wilayah utara, pihaknya masih melakukan kajian karena pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap jumlah peserta didik.

“Kalau untuk cakupan wilayah dalam kota, sekolah dasar sudah cukup. Hanya saja untuk wilayah utara kami masih melakukan pemetaan lagi karena pertumbuhan jumlah penduduk memengaruhi jumlah peserta didik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan sarana pendidikan berbeda di setiap jenjang. Untuk PAUD dan SD, layanan pendidikan umumnya menjangkau hingga tingkat desa, sedangkan SMP lebih banyak berada di tingkat kecamatan.

Kondisi itu membuat banyak siswa harus keluar dari desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, bahkan hingga SMA.

“Kalau bicara SMP, wilayah cakupannya per kecamatan, berbeda dengan PAUD dan SD yang sampai ke titik desa,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan akan melakukan pendataan ulang sarana pendidikan di seluruh wilayah Kotim, baik utara maupun selatan.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan perkebunan untuk mendukung fasilitas pendidikan di wilayah terdekat.

“Ke depan mungkin kami akan berkolaborasi dengan pihak perkebunan yang ada di wilayah sarana pendidikan terdekat,” tutur Yolanda.

Melalui pemetaan ulang ini, pemerintah daerah berharap pemerataan akses pendidikan di Kotim dapat terus ditingkatkan sehingga seluruh anak usia sekolah bisa memperoleh layanan pendidikan yang layak.  (Ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Kepala Dinas Pendidikan Kotim #Kekurangan SMP #Yolanda Lonita Fenisia #smp #kotim