Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Saluran Induk Pengendali Banjir di Pangkalan Bun Dipenuhi Sampah

Koko Sulistyo • Jumat, 10 April 2026 | 19:53 WIB
DIBERSIHKAN: Saluran induk pengendali banjir di jalan Maid Badir, Pangkalan Bun dibersihkan oleh petugas dari Sumber Daya Air PUPR Kobar, Jumat (10/4/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
DIBERSIHKAN: Saluran induk pengendali banjir di jalan Maid Badir, Pangkalan Bun dibersihkan oleh petugas dari Sumber Daya Air PUPR Kobar, Jumat (10/4/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan pembersihan saluran induk pengendali banjir di Jalan Maid Badir, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arsel, Jumat (10/4/2026).

Pembersihan saluran induk pengendali banjir di jalan tersebut dilakukan secara bertahap hingga sepanjang aliran saluran bersih dari sampah dan tumbuhan air.

Dengan begitu, ketika hujan turun dengan durasi yang lama air akan mengalir dengan lancar sehingga dampak banjir dapat diminimalisir.

Baca Juga: Gumas Fokus Perbaikan Jalan di Luar Kota

Pekerjaan pembersihan sepanjang 30 meter dengan lebar 5 meter merupakan lanjutan pembersihan saluran induk pengendali banjir di jalan tersebut yang telah dibersihkan sepanjang ratusan meter.

Plt Kepala Dinas PUPR Kobar Suryadi mengatakan, pembersihan bukan hanya pada saluran induk pengendali banjir, tetapi satuan tugas juga melakukan normalisasi pada drainase di sejumlah ruas jalan dalam Kota Pangkalan Bun.

"Pekerjaan pembersihan saluran induk pengendali banjir melibatkan satuan tugas sumber daya air dan normalisasi drainase oleh satuan tugas cipta karya," terangnya.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Meroket, Rute Surabaya–Sampit Tembus Rp2,6 Juta

Diterangkannya, normalisasi drainase yang dilakukan untuk menghindari terhambatnya aliran air, mengingat endapan lumpur serta sampah menutup saluran drainase. Pengangkatan endapan lumpur dan sampah diharapkan kerja drainase dapat optimal ketika curah hujan tinggi.

Ia berharap, agar masyarakat dapat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah rumah tangga dan botol plastik ke saluran air. Karena bila tidak maka masyarakat sendiri yang akan terkena dampaknya.

Baca Juga: Harga Plastik di Kotim Naik Gila-gilaan, Tembus 150 Persen, Pedagang Menjerit

Menurutnya, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat mereka juga mengerahkan satgas bina marga untuk memperbaiki sejumlah titik kerusakan jalan di dalam kota Pangkalan Bun.

"Jalan yang rusak dan berlubang juga tidak lepas dari perhatian kita, satgas Bina Marga juga telah melakukan penambalan dan perbaikan jalan secara berkala," pungkasnya. (tyo/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#saluran air #lingkungan #sampah #kebersihan #pembersihan