Awan Berkumpul, Langit Kalteng mulai Lembab

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB
Situasi Kota Palangka Raya,  setelah diguyur hujan, yang mampu mengikis asap karhutla, Senin (26/10/2026). (dodi/radarsampit)
Situasi Kota Palangka Raya, setelah diguyur hujan, yang mampu mengikis asap karhutla, Senin (26/10/2026). (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya pada Senin (26/10) dini hari menjadi angin segar di tengah pekatnya kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, warga belum bisa sepenuhnya bernapas lega, karena intensitas hujan masih belum sesuai harapan.

Namun demikian, potensi hujan sedang hingga lebat masih membayangi sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Nadya, menjelaskan, hujan yang turun dipengaruhi kondisi atmosfer yang lembap dan cukup labil. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah setempat.

“Kami sampaikan, dikarenakan terdapat kelembapan udara yang relatif basah dan kondisi labilitas atmosfer yang cukup labil menambah potensi pertumbuhan awan hujan yang kemudian menjadi hujan,” jelas Nadya.

Kata dia, berdasarkan prakiraan cuaca mingguan BMKG yang diperbarui pada 26 Oktober 2026, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan terjadi pada 26–28 Oktober di seluruh 14 kabupaten dan kota di Kalteng, termasuk Palangka Raya.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

“Itu potensinya dan untuk periode 26 hingga 28 Oktober 2026, Palangka Raya termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujar Nadya.

Sementara itu dari pengamatan Citra Radar BMKG Kalteng, hujan ringan dan sedang berpotensi turun di sebagian besar wilayah Kalteng, terutama di wilayah utara, pada Selasa (27/10). Selain itu hujan ringan juga berpotensi turun merata di Palangka Raya, Pulang Pisau, sebagian wilayah Kotim, Seruya dan sebagian kecil di Kotawaringin Barat (Kobar).

Nadya melanjutkan, meski membawa harapan untuk membantu meredakan kondisi kering dan berasap, hujan juga menyimpan potensi risiko.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Tiga Titik di TNTP

BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai hujan lokal berdurasi singkat dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.

Sementara itu lanjutnya, pada periode 29 Oktober hingga 1 November 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan masih terjadi di Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Katingan, Gunung Mas, dan Kapuas.

Dikutip dari jawapos.com, berdasarkan pantauan citra inframerah satelit Himawari-9 pada Senin (26/10) pukul 05.00 WIB, sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan terpantau diselimuti oleh awan hujan yang signifikan. Fenomena atmosfer ini memunculkan harapan baru di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data BMKG menunjukkan aktivitas awan signifikan terpantau merata di berbagai daerah, seperti Pulau Sumatera; Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, hingga Lampung.

Pulau Kalimantan; Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dan wilayah lain ke tengah serta ke timur Indonesia. (daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
potensi BMKG awan mengguyur hujan