Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Deras Guyur Tiga Titik di TNTP

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯
Hujan deras di Camp Tanjung Harapan, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Senin 26 Oktober 2026.  (Dawi/Radar Sampit )
Hujan deras di Camp Tanjung Harapan, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Senin 26 Oktober 2026.  (Dawi/Radar Sampit ) 

Advertisement

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Hujan deras mengguyur tiga lokasi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Senin (26/10). Hujan yang turun sejak pagi hingga menjelang siang itu diharapkan dapat membantu menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi tersebut. Tiga lokasi yang terpantau diguyur hujan adalah Tanjung Harapan, Camp Leakey, dan Pondok Tanggui.

Komandan Pleton (Danton) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar Sayid Abdul Badawi membenarkan informasi turunnya hujan di sejumlah titik kawasan TNTP. Laporan hujan diterima dari petugas di lapangan.

Advertisement

“Informasi turunnya hujan di kawasan tersebut sudah kami terima dan laporkan dari sejumlah titik di dalam TNTP, termasuk di Tanjung Harapan dan Pondok Tanggui,” ujarnya.

Informasi serupa disampaikan Moncos dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), yang juga berasosiasi dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kobar. Ia memastikan hujan turun di kawasan Tanjung Puting, termasuk Camp Leakey yang dikenal sebagai pusat konservasi dan penelitian orangutan.

Meski demikian, BPBD Kobar mengingatkan agar kondisi karhutla tetap dipantau. Hujan di sejumlah titik belum menjamin seluruh titik api di kawasan TNTP telah padam.

Advertisement

“Kondisi di lapangan tetap harus dipantau secara berkala untuk memastikan sejauh mana hujan ini mampu menekan titik api dan mengurangi pekatnya asap,” imbuh Sayid.

Hujan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi karhutla sekaligus menjaga ketersediaan air bagi habitat orangutan dan satwa liar lainnya di TNTP. Sebelumnya, kawasan Kalimantan Tengah menghadapi ancaman karhutla yang berdampak terhadap lingkungan dan habitat satwa.

Tim TRC BPBD Kobar bersama para pemangku kepentingan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi karhutla di kawasan tersebut.

Hujan yang turun di TNTP diharapkan dapat membantu memadamkan api dan mengurangi ancaman karhutla. Namun, pemantauan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi terkini kawasan konservasi tersebut. (tyo/yit)

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Melihat dari Dekat Penanganan Karhutla di TNTP,Nurhidayah Ikut Merasakan Beratnya Perjuangan Relawan

Melihat dari Dekat Penanganan Karhutla di TNTP,Nurhidayah Ikut Merasakan Beratnya Perjuangan Relawan

abar Kebakaran Kawasan Konservasi Orangutan Terbesar didunia menyeruak. Bupati Kobar Nurhidayah Ikut Merasakan Beratnya Perjuangan Relawan

Empat Pintu Masuk TNTP Ditutup Sementara

Empat Pintu Masuk TNTP Ditutup Sementara

Kelotok wisata menyusuri Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat 23 Oktober 2026.

Tim Dokkes Cek Kesehatan Petugas Karhutla di TNTP

Tim Dokkes Cek Kesehatan Petugas Karhutla di TNTP

Tim Dokkes Polres Kobar bersama tim Dokkes BKO Satbrimob Polda NTB memeriksa kesehatan personel gabungan penanganan karhutla, Selasa (20/10)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer