Ancaman Kemarau Panjang, Gubernur Kalteng Warning Pemda Jangan Lambat Tangani Karhutla

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB
PERTEMUAN: Gubernur Agustiar Sabran saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, beberapa waktu lalu. FOTO MMC KALTENG/RADAR SAMPIT
PERTEMUAN: Gubernur Agustiar Sabran saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, beberapa waktu lalu. FOTO MMC KALTENG/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran kembali mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar tidak lambat mengambil langkah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia meminta pemerintah daerah melakukan pengecekan berkala terhadap kesiapan personel, peralatan, koordinasi, dan dukungan anggaran. Hal tersebut penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan optimal.

“Dari prakiraan itu kan, kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus dan September, bahkan berpotensi berlanjut hingga November,” katanya, Rabu (12/8).

Baca Juga: Susun Anggaran 2027, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ingatkan TAPD Cermat Alokasikan Belanja

Orang nomor satu di Kalteng itu meminta bupati dan wali kota merespons cepat berbagai kejadian di daerah masing-masing, termasuk dalam menetapkan status siaga darurat karhutla.

“Jangan ragu menetapkan status siaga darurat. Segera siapkan dukungan anggaran, termasuk menggeser belanja tak terduga ke perangkat daerah terkait untuk kebutuhan operasional pemadaman,” ucapnya.

Agustiar menekankan, langkah penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Koordinasi bersama Forkopimda juga harus dilakukan dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Musim Kemarau Rawan Kebakaran Rumah dan Penyakit, Ini Imbauan Penting Ketua TP-PKK Kotim

Menurutnya, kesigapan pemerintah daerah dalam menetapkan status dan mengalokasikan dukungan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Dengan begitu, satgas di daerah memiliki ruang gerak lebih besar untuk melakukan tindakan sebelum titik api berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.

“Kita belajar dari tahun-tahun lalu, kalau sampai terlambat penanganan maka akan berdampak buruk. Ini harus diperhatikan kabupaten dan kota supaya penanganan lebih efektif,” pungkasnya. (sho/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering gubernur kemarau kalteng karhutla