Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Agustiar Sabran: Pembangunan Tak Boleh Mengesampingkan Nilai Budaya Lokal

Yusho Ricky Prayoga • Senin, 13 Juli 2026 | 20:52 WIB
BERI ARAHAN: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama para pejabat terkait saat hadiri Huma Betang Night dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT
BERI ARAHAN: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama para pejabat terkait saat hadiri Huma Betang Night dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran  menegaskan pembangunan daerah harus tetap memerhatikan pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat.

Ia menyebutkan, berbagai kegiatan pembangunan tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal supaya ke depannya pembangunan memiliki karakter sekaligus memberi manfaat yang berkelanjutan.

"Pembangunan harus maju, tetapi budaya kita tidak boleh layu. Spirit Huma Betang harus tetap menjadi landasan dalam membangun Kalteng," katanya saat menghadiri Huma Betang Night di Kabupaten Pulang Pisau, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Bupati Gumas: Pembangunan Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Tentunya berbagai upaya pelestarian harus terus diperkuat, mengingat kegiatan yang mengangkat seni dan budaya lokal akan memberi dampak besar bagi pengembangan ekonomi daerah.

Seperti halnya kegiatan Huma Betang Night ini, dimana tujuannya tidak ada pameran dan hiburan, tetapi menjadi ruang promosi bagi produk UMKM, memperkenalkan potensi daerah dan membuka peluang usaha.

"Ini juga menjadi komitmen saya sejak awal menjabat, apa yang kita punya ini harus kita pertahankan. Program percepatan pembangunan sangat penting dibarengi dengan memperkuat kearifan lokal," ucapnya..

Baca Juga: Pembangunan Jalan Cempaka Mulia – Kampung Melayu di Kotim Berlanjut. Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Bangun Lima Unit Box Culvert

Lebih lanjut Agustiar berharap agar semangat kebersamaan yang tercermin dalam falsafah Huma Betang terus menjadi kekuatan masyarakat Kalteng dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Ya, ini salah satu kunci pembangunan, yaitu persatuan kita. Pemerintah kan tidak mungkin kerja sendiri, harus ada masyarakat, tokoh-tokoh, lembaga adat dan lainnya harus ikut berperan," pungkasnya. (sho/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
pelestarian budaya kearifan lokal pembangunan pemprov kalteng