SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Adanya kebijakan pemadaman listrik oleh PLN yang mencakup di beberapa wilayah di Indonesia, juga mulai terasa dampaknya bagi warga di daerah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Ketua Harati UMKM Kotim Rahmat Noor mengatakan,pemadaman listrik membuat banyak pelaku UMKM kesulitan menjalankan usahanya karena proses produksi terhenti dan pelayanan kepada konsumen ikut terganggu.
"Kalau listrik padam, aktivitas produksi otomatis berhenti. Pelaku usaha tidak bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu, pelayanan kepada pelanggan terganggu, bahkan ada yang terpaksa menutup usaha sementara sampai listrik kembali menyala," ujarnya.
Menurutnya, pemadaman yang terjadi secara berulang juga menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan peralatan elektronik. Peralatan seperti freezer, kulkas, oven, mesin pengemas, komputer kasir, mesin cuci, hingga mesin produksi lainnya berisiko mengalami kerusakan apabila listrik padam dan menyala kembali secara tiba-tiba.
Ia berharap, PLN dapat meningkatkan keandalan jaringan listrik di Kotim serta meminimalkan terjadinya pemadaman. Apabila pemadaman tidak dapat dihindari karena pemeliharaan jaringan atau gangguan teknis, pelaku UMKM meminta agar informasi disampaikan lebih awal sehingga mereka dapat mengatur jadwal produksi.
"Jangan sampai UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah justru kehilangan daya saing akibat persoalan pasokan listrik yang tak kunjung membaik," paparnya.
Rahmat juga berharap solusi yang dihadirkan tidak membebankan pelaku usaha kecil untuk menyediakan sumber listrik cadangan secara mandiri, melainkan melalui peningkatan keandalan pasokan listrik oleh PLN.
Baca Juga: DPRD Kalteng Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Minta Layanan Segera Dibenahi
Terpisah, kondisi serupa diungkapkan warga di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau. Berdasarkan pengumuman resmi, pemadaman dipicu masalah teknis pada salah satu PLTGU di Kalimantan yang berdampak pada sistem interkoneksi kelistrikan.
Bambang, salah satu warga setempat mengungkapkan, pelaku usaha mikro juga merasakan dampak langsung. Mereka mengaku omzet menurun karena pelanggan enggan datang saat listrik padam, terutama pada malam hari ketika aktivitas ekonomi biasanya lebih ramai. Selain itu, penggunaan genset dinilai menambah beban biaya operasional.
Ia juga berharap PLN dapat segera menyelesaikan gangguan teknis tersebut dan memberikan informasi yang lebih transparan terkait waktu dan durasi pemadaman. Warga itu juga meminta agar kondisi ini tidak berlarut-larut karena dinilai mulai mengganggu roda ekonomi dan kenyamanan hidup mereka. (ang/mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama