PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 di provinsi setempat, secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun 2025.
Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami di Palangka Raya, Selasa, mengatakan hasil pemantauan di empat kabupaten/kot di provinsi ini pada Mei 2026, terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,56 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,45 pada Mei 2025 menjadi 112,35 pada Mei 2026.
"Sementara secara m-to-m di provinsi ini mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, dan y-to-d inflasi 2,15 persen," ucapnya.
Baca Juga: DPRD PALANGKA RAYA : Komitmen Antikorupsi Harus Dibuktikan
Adapun inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 6,90 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,77 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 2,11 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,92 persen.
Kemudian kelompok kesehatan 1,60 persen, kelompok transportasi 3,70 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,01 persen, kelompok pendidikan 3,03 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,43 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 10,43 persen.
Baca Juga: Harga TBS Tembus Rp3.000, Petani Sawit Lamandau Sumringah
Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y pada Mei 2026 yakni, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 2,69 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,29 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen.
Diikuti kelompok kesehatan 0,04 persen, kelompok transportasi 0,35 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,01 persen, kelompok pendidikan 0,10 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,37 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,64 persen.
"Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi y-on-y pada Mei 2026," beber Maria Utami.
Baca Juga: Stadion 29 November Sampit akan Dikelola Swasta. Kotim Bidik PAD dan Prestasi Sepak Bola
Untuk komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Mei 2026 di provinsi ini diantaranya, beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, ikan gabus, angkutan udara, cabai rawit, solar, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, bawang merah, ikan bakar, ikan peda, nasi dengan lauk, kopi bubuk, daging ayam ras, telur ayam ras, sigaret kretek tangan, dan ikan saluang.
Baca Juga: Kotim Kaji Perampingan SOPD Demi Efisiensi Anggaran
"Komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain, bawang putih, sabun detergen bubuk, terong, bensin, bayam, cabai merah, sabun mandi cair, kelapa, kunyit, daging babi, cumi-cumi, dan rampela hati ayam," kata Maria Utami.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Mei 2026, antara lain, beras, solar, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, angkutan udara, ikan patin, pelumas/oli mesin, ketimun, pasir, kacang panjang, ikan kapar, ikan baung, kue basah, sawi hijau, sigaret kretek mesin, semen, ikan lais, ongkos binatu/laundry, kayu balokan, dan gula pasir.
Baca Juga: Gedung Multiguna Dibangun Bertahap! Bupati Kotim: Target Jadi Pusat Event dan PAD
"Komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain: daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, telur ayam ras, tomat, terong, bayam, ikan bawal, bawang merah, jagung manis, ikan layang, bawang putih, cumi-cumi, dan ikan nila," tandas Maria Utami. (ant)
Editor : Farid Mahliyannor