PALANGKA RAYA, radarsampitjawapos.com- Sarang tawon vespa berukuran besar dengan diameter mencapai 80 sentimeter berhasil dievakuasi dari area pemakaman Kristen di Jalan Matal, RTA Milono, Sabtu malam (4/4/2026).
Sarang raksasa yang menggantung di bawah atap bangunan kuburan itu sempat membuat resah keluarga peziarah. Tawon dikenal agresif dan kerap beterbangan saat ada aktivitas di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat warga tidak berani membersihkan makam, terlebih menjelang perayaan Paskah.
Jabatan Fungsional Aparatur Sipil Negara (Jafung) Analisis Kebakaran Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto, mengungkapkan, laporan diterima dari warga yang merasa terancam dengan keberadaan sarang tawon tersebut.
“Meski belum ada laporan korban sengatan, potensi bahaya tetap tinggi. Apalagi menjelang kegiatan Paskah, banyak keluarga akan datang ke pemakaman,” ujarnya.
Tim Rescue pun bergerak melakukan survei dan penanganan dengan peralatan khusus. Proses evakuasi tidak dilakukan sembarangan, mengingat ukuran sarang yang besar serta potensi serangan dari koloni tawon vespa.
Dalam operasi yang berlangsung sekitar dua jam itu, petugas bekerja hati-hati di bawah penerangan malam. Satu per satu tahapan dilakukan hingga akhirnya sarang berhasil diamankan tanpa insiden.
Baca Juga: Khawatir Bahayakan Warga Palangka Raya, Sarang Tawon Vespa Dibakar Damkar
Sucipto menambahkan, proses evakuasi juga disaksikan oleh beberapa anggota keluarga pelapor. Mereka mengaku lega setelah ancaman tersebut berhasil diatasi.
“Saya sampaikan langkah cepat Damkar ini dinilai krusial, mengingat keesokan harinya lokasi tersebut akan digunakan untuk kegiatan ziarah dalam rangka Paskah. Tanpa penanganan, risiko sengatan massal bisa saja terjadi,”paparnya.
Pihaknya akan terus siaga merespons laporan masyarakat terkait hewan liar berbahaya. Dengan evakuasi tersebut, area pemakaman kini dinyatakan aman. Warga dapat melaksanakan kegiatan ziarah Paskah dengan tenang tanpa dihantui ancaman tawon vespa.
“Ini bagian dari komitmen kami memberikan rasa aman. Tidak hanya kebakaran, tapi juga potensi ancaman lain seperti hewan berbahaya,” pungkas Sucipto. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama