Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Rusak Parah, Miniatur Budaya Kotim Akan Dibangun Ulang

M. Akbar • Kamis, 26 Maret 2026 | 05:15 WIB

Kondisi salah satu bangunan di komplek Miniatur Budaya Kotim.
Kondisi salah satu bangunan di komplek Miniatur Budaya Kotim.

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana membangun ulang kawasan Miniatur Budaya di Sampit yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah.

Demi merealisasikan rencana tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim membuka peluang dukungan dari perusahaan melalui program tanggungjawab sosial perusahaan, Corporate Social Responsibility (CSR).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah mengatakan,  sebagian bangunan di kawasan Miniatur Budaya, termasuk rumah betang, sudah tidak memungkinkan untuk direhabilitasi karena kerusakannya cukup berat.

“Untuk rumah betangnya sudah rusak parah dan kemungkinan tidak bisa direhabilitasi lagi. Lebih baik nantinya dibangun ulang karena sebagian besar strukturnya sudah hancur,” ujarnya, Rabu (25/3)

Ia menjelaskan, rencana pembangunan ulang tersebut masih menunggu kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan program tersebut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurutnya, selain mengandalkan anggaran pemerintah daerah, Disbudpar juga membuka peluang dukungan dari perusahaan melalui program CSR guna mempercepat realisasi pembenahan kawasan tersebut.

“Kami juga akan mencoba menampung usulan dari DPRD agar pengembangan miniatur budaya ini bisa mendapat dukungan CSR dari perusahaan yang ada di Kotim,” ujar Ramadansyah.

Pihaknya menilai, keberadaan Miniatur Budaya memiliki potensi sebagai destinasi wisata edukasi yang menampilkan keberagaman budaya daerah dalam satu kawasan. Ia menyebut, konsep kawasan tersebut dapat menjadi semacam miniatur yang menggambarkan kebudayaan daerah, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat mengenal budaya Kotim tanpa harus mengunjungi berbagai daerah secara langsung.

“Miniatur budaya ini bisa menjadi tempat untuk melihat gambaran budaya Kotim secara keseluruhan,” papar Ramadansyah.

Ke depan lanjutnya, selain membangun ulang bangunan yang rusak, pihaknya juga berencana melakukan penataan serta menambah sejumlah fasilitas pendukung agar kawasan tersebut lebih menarik bagi wisatawan.

Ramadansyah berharap,  pengembangan Miniatur Budaya dapat menjadi salah satu alternatif destinasi wisata di dalam Kota Sampit. Sekaligus melengkapi keberadaan museum kayu sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya.

“Dengan adanya miniatur budaya dan museum kayu, masyarakat maupun wisatawan bisa belajar tentang sejarah dan budaya daerah tanpa harus jauh-jauh ke objek wisata alam,” pungkasnya. (ktr-2/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#miniatur #sampit #disbudpar #Rusak Parah #Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)