SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Libur lebaran atau cuti bersama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) telah berakhir, dan harus kembali masuk kerja pada Rabu (25/3). Begitu pun pusat pelayanan masyarakat seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, yang kembali mengaktifkan seluruh layanannya bagi pasien.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mengungkapkan, seluruh poli pelayanan telah kembali beroperasi seperti biasa setelah masa libur lebaran berakhir.
“Semua poli kami yang berjumlah 23 poli sudah buka normal seperti biasanya. Dokter spesialis juga lengkap, kecuali beberapa yang sudah mengajukan cuti jauh-jauh hari,” ujarnya, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, selama masa libur Lebaran sebelumnya, pelayanan pasien yang bersifat darurat tetap dilayani melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Yulia juga mengungkapkan, pasca libur lebaran kemarin, jumlah kunjungan pasien masih lebih rendah alias tidak membludak dibandingkan hari-hari normal, termasuk di Poli Penyakit Dalam yang biasanya menjadi poli dengan jumlah kunjungan tertinggi.
“Biasanya yang paling tinggi kunjungannya di Poli Penyakit Dalam, tetapi hari ini (red: kemarin) masih belum seperti biasa,” ujarnya.
Ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi masih berlangsungnya masa libur panjang Lebaran, sehingga sebagian masyarakat belum kembali beraktivitas seperti biasa. Selain itu, menurunnya jumlah kunjungan pasien juga bisa dipengaruhi oleh meningkatnya skrining kesehatan di tingkat puskesmas, sehingga sebagian pasien sudah tertangani lebih awal.
Menurut Yulia, pada hari normal, jumlah kunjungan pasien di RSUD dr Murjani bisa mencapai 400 hingga 500 orang per hari.
“Untuk hari ini kami memang belum melihat data total karena pelayanan masih berjalan. Namun dari Poli Penyakit Dalam saja kunjungannya masih sekitar separuh dibandingkan hari normal,” paparnya.
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan seluruh tenaga medis tetap siaga dan pelayanan kesehatan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.Ia juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak memungkinkan dilakukan secara daring atau bekerja dari rumah (work from home/WFH).
“Untuk pegawai rumah sakit sangat tidak mungkin bekerja dari rumah. Pelayanan kesehatan harus dilakukan secara langsung,” tegas Yulia. (ktr-2/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama